Pospera Salurkan Bantuan Darliris Group bagi Korban Bencana

Human Capital head Danrilis Group, Apriyanto menyerahkan bantuan kepada Pospera Kabupaten Bogor di markas Pospera, Setu Cikaret, Cibinong untuk selanjutnya dibagikan kepada korban bencana alam. (foto: IST).

BOGOR, INDONEWS,– Dapil Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Bogor bersama sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Danliris Group, menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Kabupaten Bogor, Kamis 9 Januari 2020.

Bantuan diberikan Human Capital head Danliris Group Apriyanto kepada Ketua DPC Pospera Kabupaten Bogor, Sasha Sambyah di markas Pospera, Setu Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor, untuk selanjutnya didistribusikan kepada para korban bencana.

Kepada wartawan, Apriyanto mengatakan, Danliris Group memiliki 12 ribu karyawan dan sepakat untuk menyisihkan rezeki  guna membantu meringankan beban para korban bencana alam.

“Bantuan yang kami serahkan di antaranya berupa obat-obatan, peralatan sekolah, buku, alat tulis, pakaian anak, susu bayi, mi instan, beras dan air mineral. Bantuan diserahkan kepada relawan Adian Napitupulu (pendiri Pospera, red) guna disalurkan ke warga terdampak bencana,” jelasnya.

Disebutkan, sebanyak 50 karyawan Danrilis juga terdampak bencana alam di Bekasi.

“Atas musibah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, direksi bersepakat dan tergerak untuk mengumpulkan bantuan. Kini kami serahkan ke tim relawan pak Adian Napitupulu, agar disalurkan. Kita berharap, apa yang kami berikan  bisa membantu meringankan beban para korban. Selain itu, manajemen menyampaikan rasa sedih atas musibah alam ini,” ungkap Apriyanto.

Sementara itu, Ketua DPC Pospera Kabupaten Bogor, Sasha Sambyah yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada Danrilis Group.

“Saat bencana longsor dan banjir melanda pada 1 Januari 2020 kemarin, Pospera yang pertama tiba di Desa Harkat Jaya dan langsung membuat dapur umum  untuk pengungsi. Di sini ada 1.700 warga terdampak bencana, namun di tenda pengungsi hanya ada 600 jiwa. Para pengungsi makan 3 kali sehari. Relawan himpun bantuan dari donatur dan disaluran ke beberapa desa terdampak bencana,” jelasnya.

Sasha menyebutkan, target awal  Pospera berada di lokasi bencana awalnya hanya hanya satu minggu. Namun karena situasi di lapangan, pihaknya menambah waktu aksi kemanusiaan.

“Ketika kita lihat situasi lapangan, ternyata membutuhkan waktu yang lama. Untuk itu kami perpanjang waktu aksi kemanusiaan ini,” ujarnya.

Berdasarkan data, ucap Sasha, hingga saat ini  masih terdapat tiga desa yang terisolir. Jika jalur sudah dibuka oleh alat berat yang diturunkan pemerintah, maka relawan Pospera akan langsung bergerak dan masuk membawa bantuan.

Selain bantuan makanan dan keperluan lain, pihaknya juga memperhatikan mental dan psikologis anak-anak pengungsi.

“Logistik perlu, tapi mental dan psikologis anak-anak korban bencana juga sangat perlu diperhatikan. Maka relawan Pospera melakukan trauma healing dan bernyanyi bersama anak-anak di tenda. Kami sekarang fokus ke perempuan dan anak-anak,” ujar Sasha. (ris)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook