Pasca Bencana, Komisi IV Minta Disdik Gerak Cepat Menyikapi Pendidikan

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Daen Nuhdiana.

BOGOR, INDONEWS,– Berdasarkan data yang dirilis Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor per tanggal 8 Januari 2020, ada sekitar 34 sekolah dengan 8.401 peserta didik dan 330 tenaga pengajar diliburkan sementara, sambil menunggu proses recovery pasca bencana. Dari 34 sekolah tersebut, ada yang rusak berat dan aksesnya terganggu. Lalu ada juga yang masih dipakai untuk tempat pengungsian sementara.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Daen Nuhdiana meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menjalankan amanah Bupati Bogor dengan slogan Gerak Cepat (Gercep).

“Ini sudah 20 hari lebih pasca bencana, belum ada langkah konkret di lapangan menyikapi dan menghadirkan solusi bagi peserta didik yang terdampak bencana dan belum menjalankan aktifitas pendidikannya,” ungkap Daen, di Bogor, Kamis, 23 Januari 2020.

Menurut dia, langkah awal yang dilakukan harusnya segera membuat sekolah sementara di beberapa titik.

“Teknisnya mau digabung dari beberapa sekolah yang jaraknya berdekatan juga tidak masalah. Minimal ditahap awal ini, peserta didik diberikan edukasi untuk mengangkat kembali psikologis mereka pasca bencana yang menimbulkan trauma yang luar biasa. Ketika saya melakukan kunjungan ke lokasi bencana, terlihat sekali mereka trauma, apalagi kalau hujan deras, terlihat raut wajah mereka khawatir dan ketakutan,” tambah dia.

Di tengah bencana ini, sambungnya, khususnya anak sekolah dasar (SD) kelas VI juga akan menghadapi ujian kelulusan.

“Iya itu juga yang saya khawatirkan, memang untuk mekanisme ujiannya masih menunggu keputusan, pakai ujian sekolah atau USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional). Tetapi waktunya kan biasanya serentak, dan sudah sangat dekat. Ini yang harus dipikirkan bersama, agar para peserta didik tetap mendapatkan hak belajar walaupun belum bisa belajar di sekolah-sekolah permanen karena masih membutuhkan waktu untuk memperbaiki segala kerusakan infrastruktur yang terdampak dan infentarisir perlengkapan sekolah yang terbawa longsor dan banjir,” papar Anggota DPRD yang mewakili Dapil V Kab Bogor ini.

Daen mengapresiasi para relawan yang sudah ada di lokasi bencana dan melakukan kegiatan trauma healing kepada anak-anak yang ada di pengungsian.

“Jika hal ini dikolaborasikan dengan langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, saya rasa ini lebih efektif. Memang tidak tertutup kemungkinan saat bencana ini terjadi, banyak juga tenaga pendidik yang jadi korban.”

“Makanya sembari menunggu semua proses dilakukan, ada baiknya langkah awal ini pemkab terutama disdik melakukan kolaborasi kepada semua pihak yang peduli akan pendidikan masyarakat korban bencana alam ini, agar jalannya pendidikan bisa tetap berjalan demi masa depan anak bangsa dan generasi penerus Kabupaten Bogor,” tandas Daen. (rd/bn)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook