Saber Pungli Akan Tindaklanjuti Laporan Pungutan di Sekolah

Wawancara bersama staf Saber Pungli di Kabupaten Bogor, Rahmawati.

BOGOR, INDONEWS,– Terkait dugaan pungutan liar (pungli) di SMPN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Kabupaten Bogor siap menindaklanjuti perkara tersebut setelah dugaannya dilaporkan secara tertulis.

Hal tersebut disampaikan salah satu staf Saber Pungli, Rahmawati saat ditemui di kantornya di gedung Setda Kabupaten Bogor, Kamis (23/1/2020).

“Silahkan buat laporan tertulis baik perorangan maupun badan. Nanti ada tim Saber Pungli dari polres, inspektorat, kejaksaan dan lainnya yang akan menindaklanjuti pengaduan itu,” jelas Rahmawati.

Dikatakan Rahmawati, untuk dugaan pungli di sekolah, termasuk di SMPN 1 Cileungsi pihaknya juga secara responsif akan menindaklanjutinya.

BERITA TERKAIT: Berdalih Pengembangan, Orangtua SMPN 1 Cileungsi Dipungut Rp 1,5 Juta

“Kemarin hari Senin juga ada yang membuat laporan ke Saber Pungli dan kita tindaklanjuti. Nah sekarang juga tentunya kita terbuka menerima laporan untuk ditindaklanjuti, jadi silahkan laporkan secara tertulis,” tutur dia.

Dijelaskan, siapapun yang membuat laporan tentang pungutan liar, pihak saber pungli juga akan membalas surat dari pengadu kemudian perkaranya ditindaklanjuti.

“Saya tegasnya di sini mekanismenya setiap pengaduan ya harus tertulis untuk nanti tim saber pungli tindaklanjuti. Untuk perkara di sekolah ini, saya juga sarankan agar dilaporkan juga ke inspektorat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor dari fraksi PDI Perjuangan, Muad Halim juga menyayangkan adanya dugaan pungutan di SMPN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor sebesar Rp 1,5 juta yang dalihnya untuk pengadaan AC di sekolah.

BERITA TERKAIT: Anggota Dewan Sayangkan Pungli di SMPN 1 Cileungsi

Menurut Muad, pungutan di sekolah seolah membudaya dan terkesan dibiarkan. Sehingga praktik yang merugikan orangtua siswa itu pun menjadi salah satu persoalan yang harus diberantas.

“Memang, ada beberapa orangtua murid yang memberikan informasi terkait sekolahan yang memungut atau meminta iuran, seperti yang terjadi juga di Kecamatan Ciawi dan lainnya. Ini tentunya harus kita sikapi,” ujar Muad, saat dihubungi Selasa, 21 Januari 2020 malam.

Ia mengakui, terkait pungutan di SMPN Cileungsi perlu disikapi oleh semua pihak yang berkompeten, termasuk pihak yang berwajib agar memberikan efek jera bagi oknum lainnya.

“Yang kadang tadak masuk akal itu bukan sekedar jumlah siswa dan nilai uang, tapi yang saya khawatirkan tiap tahun mungut untuk beli AC. Kan gak mungkin tiap tahun beli AC banyak. Dan beli fasilitas sekolah negeri kan bisa dianggarkan lewat ABBD. Tapi ini hanya dugaan saja ya, karena saya harus mendalami dan menelaah dulu terkait dugaan pungli di SMPN 1 Cileungsi ini,” ujar dia. (bn)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook