Lagi, Presiden Kunjungi Wilayah Terdampak Bencana di Bogor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020). (foto: detik.com)

BOGOR,– Lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020). Kali ini, ia singgah di Kecamatan Sukajaya yang merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor pada awal Januari 2020 lalu.

Jokowi tiba di Kabupaten dengan mengenakan pakaian khasnya, yakni kemeja putih, celana hitam dipadukan dengan jaket bomber hijau dan topi putih. Tampak mendampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri LHK Situ Nurbaya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Begitu tiba, Jokowi langsung mengunjungi Desa Harkatjaya. Jokowi dan para menteri kemudian menuju Kampung Sinar Harapan tempat sejumlah warga yang tewas tertimbun longsor. Dia juga mengecek dam penahan pengendali sedimen.

Di Harkatjaya, warga dari anak-anak hingga orang tua, sudah menunggunya. Mereka tampak antusias menunggu kedatangan sang presiden meski hujan mengguyur. Tak ayal, masyarakat pun mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel masing-masing.

Jokowi yang berjalan di tengah kerumunan warga lalu membagi-bagikan buku dan kaos. Warga pun tampak berebut untuk mendapatkan suvenir dari Jokowi itu. Setelah meninjau Desa Harkatjaya, Jokowi pun menuju Desa Pasir Madang yang sebelumnya sempat terisolasi karena longsor.

Sementara itu, Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait yang turut meninjau kunjungan Jokowi menerangkan, bahwa ini merupakan kali kedua presiden mengunjungi Sukajaya.

“Pada 7 Januari 2020 lalu, pak Jokowi bersama jajarannya juga meninjau lokasi yang sama untuk bertemu dengan para korban banjir dan longsor di Sukajaya. Namun, kala itu beliau hanya bisa menjangkau Desa Harkatjaya. Sebab, desa lainnya seperti Pasir Madang masih terisolasi sehingga tidak bisa dilewati,” terang pengurus DPC PDI Perjuangan itu.

Foto: detik.com

Di lokasi, tampak puluhan siswa sekolah dasar (SD) mengenakan rompi merah bertuliskan ‘save the children’ menyanyikan yel-yel selamat datang ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu turun dari mobil Lexus berwarna hitam.

“Sedikitnya ada tujuh warga tertimbun longsor di Kampung Sinar Harapan saat bencana yang terjadi pada Rabu (1/1/2020) lalu. Empat korban bernama Charly (5), Asti (45), Muhammad Hudri (24), dan Rumsah (65) berhasil ditemukan di hari yang sama dalam kondisi tak bernyawa. Sementara, tiga korban lainnya, yaitu Saroh (26), Cici (10), Amri (60) dinyatakan meninggal lantaran tak berhasil ditemukan meski Tim SAR sudah melakukan pencarian selama 14 hari sejak terjadinya bencana,” tutur Jonny.

Menurut dia, cuaca buruk yang terjadi di awal tahun 2020 mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor terdampak banjir dan longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Sukajaya, Nanggung, dan Cigudeg.

Sementara banjir terjadi di Kecamatan Gunung Putri, dan Jasinga. Kejadian tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak delapan orang, dan tiga orang hilang yang kini sudah dinyatakan meninggal meninggal dunia. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat, dan 517 orang luka ringan.

Agenda selanjutnya, Jokowi melakukan penanaman pohon vetiver atau akar wangi di Sukajaya,. Penanaman pohon itu dilakukan untuk memperbaiki ekosistem di wilayah tersebut.

“Jadi ini vetiver ingin kita tanam fungsinya agar lahan lahan tidak krisitis. Akar vetiver 3-4 meter,” kata Jokowi disela penanaman pohon.

Tanaman vetiver ini dapat mencegah banjir dan tanah longsor serta memperbaiki kualitas tanah di sekitarnya. Selain vetiver, jenis tanaman lain juga ikut ditanam hari ini.

Jokowi pun meminta agar tanaman yang sudah ditanam hari ini tak dicabut oleh masyarakat. Dia meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam di wilayah tersebut.

“Jangan sampai tanah yang miring seperti ini dicabut karena fungsinya melindungi lahan di sini perbukitan di sini agar tidak longsor,” ujarnya.

“Dan hari ini kita mulai. Yang ditanam bukan hanya vetiver tapi ada buah-buahan durian, jambu, jengkol dan lain-lain,” imbuhnya. (rd/bn)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook