Sudah Kaya, Indonesia Tak Perlu Ekspor Ganja

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan S.T, S.H.

BOGOR, INDONEWS,– Pernyataan kontroversi Anggota DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rafli Kande atas usulannya menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor, terus menjadi guncingan, bahkan menuai penolakan keras dari masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda maupun wakil rakyat.

Seperti halnya disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan S.T, S.H. Pihaknya menyatakan penolakan keras atas usulan Rafli Kande tersebut.

“Dalam kondisi apapun, kami tidak akan pernah melegalkan ganja sebagai komoditas ekspor,” tegas Arteria, usai menghadiri acara penanaman pohon dalam rangka melestarikan Leuweung Pajajaran di Kampung Cimapag, Desa Buana Jaya Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Minggu (02/02/2020).

Pada acara penanam pohon dalam rangkaian HUT PDI Perjuangan ke-47 yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan itu, Arteria menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang mengedepankan hukum, kemudian juga menjaga nilai-nilai moral.

“Kami Fraksi PDI Perjuangan dalam kondisi apapun tidak akan melegalkan ganja untuk diekspor, ataupun diambil dalam bentuk kepentingan komersial, bahkan untuk kepentingan kesehatan sekalipun. Silahkan saja bangsa lain melakukan itu, tapi tidak dengan Indonesia,” ujar Arteria saaat Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PDI Perjuangan, Muad Khalim, Halim Yohanes serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor HR. Bayu Syahjohan, Sekretaris H. Bambang Gunawan dan pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Jonny Sirait.

Anggota DPR RI dari Jatim VI ini melanjutkan, Indonesia sudah punya tekad bulat bagaimana perang terhadap narkoba, dan itu merupakan harga mati. Memberikan penguatan kepada TNI dan Polri, maupun kepada BNN untuk melakukan kegiatan sehebat-hebatnya dan sekuat-kuatnya untuk memberantas pengedaran dan penyalahgunaan barang haram itu.

“Bagi Fraksi PDI Perjuangan tidak ada ruang negosiasi untuk ganja maupun dengan zat adiktif lainnya, seperti narkotika dan sejenisnya. Kami yakin betul itu hanya wacana teman-teman yang ada di Fraksi PKS,” ujar Anggota Komisi III DPR RI ini.

Arteria mengingatkan, bahwa Indonesia merupakan bangsa yang sudah kaya, dan tidak harus menghalalkan segala macam cara dengan alasan untuk meningkatkan pendapatan negara. Sehingga harus mengekspor barang haram untuk meningkatkan pendapatan maupun hal-hal lain.

“Saya hanya mengingatkan, tolong dipertimbangkan kembali untuk melegalkan, bangsa ini tidak miskin amat. Kita bangsa yang punya adab, punya etika dan punya moral. Kita lebih memilih untuk tidak melakukan itu dari pada kita disibukkan untuk mendapatkan permasalahan baru terkait penyimpangan dengan ide-ide tersebut,” pungkasnya. (rd)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook