DD Cipenjo Diduga Digunakan Turnamen Khusus Pendukung Kades

Sekretaris Desa (Sekdes) Cipenjo, Suparta tampak emosional saat dikonfirmasi wartawan.

BOGOR, INDONEWS,– Turnamen sepak bola yang diselenggarakan di Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggunakan dana desa. Namun ironis, berdasarkan surat yang beredar, meskipun menggunakan anggaran Negara, tetapi turnamen ini hanya boleh diikuti oleh pendukung Kepala Desa Cipenjo, Yeni, pada Pilkades lalu.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, Yeni merupakan Kades Cipenjo incumbent. Istri dari salah satu Anggota DPRD Kabupaten Bogor fraksi PPP ini kemudian terpilih kembali menjadi kades, sehingga pihaknya menyelenggarakan turnamen yang kini menjadi polemik di desa tersebut.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa (Sekdes) Cipenjo, Suparta tampak emosional dan menjawab dengan nada teriak-teriak. Saat ditanya secara spesifik soal penyelenggaran turnamen tersebut, Suparta menjawab berkelit-kelit.

Lalu, Suparta menyebutkan bahwa anggaran turnamen menggunakan dana desa. Namun pihaknya menyangkal bahwa surat edaran dari ketua panitia belum tentu sah, bahkan bisa saja hoaks, meski sudah ditandatangi ketua pelaksana.

“Ini harus dicari tahu siapa yang mengkonsep surat ini, kenapa di upload juga di media sosial. Jadi belum tentu benar surat itu,” jelas Suparta dengan nada lantang, saat ditemui di kantor Desa Cipenjo, Rabu (12/2/2020).

Lebih jauh Suparta malah menyinggung kedatangan wartawan ini karena ada indikasi lain, seperti pengajuan koran ditolak, padalah, wartawan datang karena ingin mengkonfirmasi temuan di lapangan bahwa masyarakat menanyakan apakah turnamen tersebut benar hanya untuk pendukung Yeni saja.

“Saya tidak meledak-meledak tidak marah, cuma pertanyaan bapak begitu. Waktu itu datang pak Marlon mengajukan langganan koran, tapi saya tolak, tiba-tiba ada surat konfirmasi terkait turnamen ini,” ujar dia masih dengan nada lantang. Untuk diketahui, bahwa Marlon sendiri bukan merupakan wartawan Indonews.

Sementara itu, Ketua GMPK Kabupaten Bogor, Jonny S. menyebutkan, jika benar turnamen ini menggunakan desa desa tentu ada kejanggalan. Terlebih harus jelas, penyelenggarannya seperti apa.

“Sayang sekali memang ketika kita ingin mengkonfirmasi, sekdesnya tadi terlihat emosional sehingga materi pertanyaan yang kami ajukan tidak mendapatkan jawaban spesifik, kita malah seperti debat,” kata Jonny.

Untuk menjawab pertanyaan dari warga, Jonny menyampaikan, sejatinya sebuah turnamen yang dilesenggarakan pihak pemerintahan, seperti desa tentunya bisa diikuti oleh umum.

“Ini kan isunya turnamen hanya untuk pendukung saja. Namun, kepada masyarakat saya sampaikan, terlepas dulunya si pemain adalah pendukung kades atau bukan, jika turnamen ini menggunakan nama desa, harusnya tidak dipilah. Kalau hanya untuk pendukun, ini sama saja, warga yang tidak mendukung sang kades, bukan warga Cipenjo, atau tidak dianggap. Kecuali yang menyelenggarakan turnamen tim sukses sang kades, baru bisa dipilih-pilih pesertanya,” jelas dia.

Ia berharap, turnamen tersebut benar-benar untuk umum karena berdasarkan keterangan pihak desa, bahwa anggaran kegiatan menggunakan dana desa.

“Tadi juga kita coba tanya, apa boleh dana desa dipakai turnamen, namun jawabannya menurut kami tidak spesifik, hanya debat tidak jelas saja. Kita harap, harus jelas juga anggarannya kalau menggunakan nama desa. Jangan sampai anggaran desa dipakai, tetapi bukan untuk seluruh warganya melainkan untuk pendukung,” tambahnya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan ke pihak Camat Cileungsi, ia tidak ada di tempat. Bahkan saat coba dihubungi lewat seluler, camat belum menjawab. Wartawan juga mengkonfirmasi kepada Juhanta, suami Kades Cipenjo yang merupakan Anggota Dewan dari PPP karena dalam sebuah spanduk nama dirinya turut terpampang, namun Juanta pun tidak merespon.

Sebelumnya, untuk menjawab pertanyaan warga, Indonews telah melayangkan surat konfirmasi secara resmi ke Desa Cipenjo, namun surat tersebut tidak dijawab. (rd)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook