Komisi III : Masalah Jembatan Susukan Akan Segera Kami Tangani

Jembatan akses penghubung desa yang rusak terbengkalai.

BOGOR, INDONEWS,– Beredarnya nota protes warga Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor yang memprotes mangkraknya pembangunan jembatan akses penghubung desa mereka, langsung mendapat tanggapan dari Komisi III DPRD Kabupaten Bogor.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara ketika dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Rabu (12/2/2020) menyatakan sudah memforward surat tersebut ke Dinas PUPR dan bagian terkait.

“Saya baru dapat informasi dari teman-teman media terkait surat tersebut, karena sepengetahuan saya surat tersebut belum sampai ke Komisi III secara fisik. Namun tetap saja ketika sudah beredar di publik, kami harus segera bertindak, dan tadi softcopy surat tersebut sudah saya forward ke pihak terkait, yaitu Dinas PUPR untuk segera dilakukan investigasi. Kami pun masih menunggu jawaban mereka,”  terang Sastra.

Sastra mengapresiasi langkah masyarakat yang melakukan protes resmi melalui jalur kontitusi yang berlaku.

“Saya sangat mengapresiasi langkah masyarakat dalam menyampaikan protesnya terkait pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bogor. Apalagi saya baca sudah ada korban yang merugikan masyarakat, makanya kami dari Komisi III akan melakukan langkah sesuai tupoksi kami dengan memanggil semua pihak terkait proyek tersebut, mulai dari Dinas PUPR hingga kontraktor pelaksana dilapangan. Jika memang ada temuan pelanggaran, maka akan kami ajukan langkah penindakan sesuai hukum yang berlaku,” tutup Sastra.

Sementara itu, di dalam nota protes yang disampaikan dengan kop surat resmi Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede tertulis bahwa masyarakat menuntut percepatan pembangunan jembatan lantaran akses itu cukup vital dalam menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Mereka menuntut Komisi III sebagai representasi masyarakat untuk berkomunikasi dengan semua pihak karena progress pembangunan jembatan yang baru 10% dan tidak dilanjutkan ini meresahkan warga pengguna jembatan, sekarang secara swadaya mereka membangun akses darurat disana tapi ternyata banyak korban ketika melewati jembatan darurat tersebut. [bn]

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook