DPRD Kabupaten Bogor Setujui 2671 Huntara untuk Kecamatan Sukajaya

di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong,

BOGOR, INDONEWS,– Setelah melalui perdebatan sengit saat rapat koordinasi antara DPRD Kabupaten Bogor, SKPD terkait, para camat daerah bencana, dan para kepala desa se Kecamatan Sukajaya, Jumat (14/2), di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, akhirnya DPRD menyetujui ajuan Kecamatan Sukajaya untuk mendistribusikan 2671 Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana alam Sukajaya.

Akan tetapi ajuan ini akan diputuskan melalui mekanisme perubahan parsial anggaran bulan Februari ini karena ternyata terbuka fakta saat rapat koordinasi para camat yang terkena bencana, Camat Sukajaya, Hidayat Suryasaputra hanya mengajukan 24 Huntara ke BPBD.

Hal ini yang menimbulkan protes keras terutama dari para kepala desa se Kecamatan Sukajaya dan anggota DPRD Dapil V Kabupaten Bogor, sayangnya saat rapat kemarin, Camat Sukajaya tidak terlihat hadir di ruangan.

Sekretaris Kecamatan Sukajaya, Ridwan saat rapat koordinasi kemarin menyampaikan data yang berhasil dihimpun dari hasil pendataan lapangan.

“Kebutuhan hunian sementara adalah 2671 huntara, dan kondisi masyarakat hari ini pun masih membutuhkan stok logistik. Data yang berhasil dihimpun sudah kami serahkan semua ke pimpinan untuk diajukan kepada pemerintah daerah,” ujar Ridwan.

“Saya juga mohon kepada anggota DPRD yang terhormat untuk kembali mempertimbangkan terkait jumlah hunian, sementara yang akan dibangun di Sukajaya untuk dikembalikan sesuai data yang ada, dan tetap jumlahnya sesuai data yang ada,” tutup Ridwan.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang tegas dan lantang bersuara saat rapat koordinasi tersebut diantaranya Daen Nuhdiana dan Aan Triana Al Muharom asal Dapil V Kabupaten Bogor.

“Saya hanya miris mendengar apa yang tadi diutarakan Kepala BPBD terkait pengajuan Camat Sukajaya yang hanya mengajukan 24 unit huntara. Dan yang disayangkan lagi, BPBD Kabupaten Bogor juga tidak berusaha melakukan compare data padahal di pemberitaan sudah jelas bahwa Kecamatan Sukajaya menjadi satu kecamatan dengan dampak terparah bencana alam kali ini, Cigudeg saja mengajukan 200 an huntara, masa Sukajaya hanya 24 unit. Aneh,” ungkap Aan.

Daen juga dalam kesempatan ini mengak tidak pikir dengan pemikiran Camat Sukajaya, Hidayat Suryasaputra yang hanya mengajukan 24 unit Huntara.

“Padahal sejak awal sudah dilakukan pendataan, dan pasti dilaporkan kepadanya oleh para staff Kecamatan Sukajaya. Ternyata dari data yang dilaporkan sangat jauh dengan pengajuan yang diajukan camat kepada BPBD,” ujar Daen.

“Pihak BPBD juga sangat disayangkan lemah sekali dalam mitigasi bencana, padahal saat bencana banyak sekali team BPBD yang turun ke lokasi untuk keperluan pendataan, kenapa ketika Camat Sukajaya mengajukan hanya 24 huntara, BPBD mengiyakan saja? Jujur dari awal memang saya agak gereget dengan cara kerja BPBD dalam menangani bencana, kebetulan saya ada di Komisi IV dan segera akan saya ajukan ke pimpinan komisi untuk segera memanggil BPBD untuk mendengar keterangan terkait penanganan bencana kemarin,” tutup Daen.

Akhirnya rapat koordinasi ditutup oleh pimpinan sidang dengan hasil menyetujui usulan 2671 Huntara untuk Kecamatan Sukajaya dan akan dibahas pada perubahan anggaran Parsial di bulan ini. (bn)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook