Kejuaraan Karate Harus Mendapat Rekomendasi FORKI

Silaturhami bersama perguruan karate se-Kabupaten Bogor, sekaligus melakukan verifikasi oleh FORKI.

BOGOR, INDONEWS,– Pengurus Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat melakukan silaturahmi bersama perguruan karate se-Kabupaten Bogor, sekaligus melakukan verifikasi. Acara dipusatkan di Kantor Sekretariat FORKI Kabupaten Bogor, GOR Pakansari, Minggu (16/02/2020).

Acara silaturahmi dan verifikasi diikuti ketua dan pengurus berbagai perguruan karate se-Kabupaten Bogor, seperti Inkai, Shiroite, BKC, Wadokai, Inkanas, KKI, Inkado, Funakoshi, Kyokoshin, Gojuass, ASKI, Gabdika dan lainnya yang bernaung di wadah resmi FORKI, satu organisasi aliansi olahraga cabang beladiri karate di Indonesia.

Acara juga dihadiri Ketua FORKI Kabupaten Bogor, H. Alex Purnama Johan atau karib disapa APJ, Kabid Organisasi Sempai Ahmad Safei, Kabid Bimpres Sempai Heru dan jajaran pengurus FORKI lainnya.

Kabid Bimpres, Heru dari perguruan INKAI mengatakan, yang menjadi kendala pihaknya belakangan adalah tempat latihan yang tidak menetap.

“Kendala saat ini, tempat latihan kurang memadai. Dulu ada tempat latihan yang menetap, tapi sekarang tidak. Jadi latihannya dimana saja tempat yang kosong, sehingga berpindah-pindah lokasi di sekitaran GOR Pakansari. Meski begitu Ketua FORKI, H. Alex selalu memberikan support, semangat dan apresiasi penuh kepada kami,” ungkapnya.

Disisi lain, Ahmad Safei selaku Ketua Bidang Organisasi FORKI Kab. Bogor mengatakan, seharusnya setiap ajang kejuaraan karate yang diselenggarakan mendapat rekomendasi dari FORKI Kabupaten Bogor sebagai wadah resmi Karate dalam melakukan pembinaan para atlet olahraga karate.

“Selain itu, harus ada tanda tangan Ketua FORKI untuk diberikan SK. Misalnya Bupati Cup, harusnya EO lebih dulu minta rekomendasi FORKI, bukan langsung ke KONI atau bupati, jadi agenda EO harus diketahui oleh pengurus FORKI sesuai mekanisme berlaku,” ujarnya.

Apalagi, tuturnya, ajang Bupati Cup, harusnya ada rekomendasi dari FORKI, jangan ujug-ujug ada pertandingan tanpa rekomendasi FORKI.

“Harusnya tidak ada penyelenggaraan tanpa SK dari Ketua FORKI. Kan ada tahapan mekanisme atau hierarki-nya. Contoh ada perguruan mau menyelenggarakan pertandingan, beri tahu Bimpres, lalu ketua pertandingan, Ketua FORKI dan selanjutnya. Tanpa rekomendasi Ketua FORKI, itu bisa dibubarkan,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakan, FORKI adalah wadah karate resmi dalam melakukan pembinaan olahraga karate. Artinya kegiatan atau penyelenggaraan kejuaraan karate dengan nama apapun harus mendapat rekomendasi dari FORKI.

“Munculnya persoalan yang ada selama ini, karena marak kegiatan kejuaraan karate tanpa rekomendasi FORKI, meski sebenarnya tujuan dari kejuaraan tersebut baik, tapi harusnya ada koordinasi dan komunikasi antara penyelenggara pertandingan atau kejuaraan dengan FORKI karena pertandingan tersebut juga menyangkut wasit ataupun juri yang memimpin pertandingan. Jika tidak ada koordinasi, komunikasi, termasuk rekomendasi dari FORKI, bisa menimbulkan berbagai pertanyaan di masyarakat, khususnya di dunia olahraga karate, yaitu dari segi prestasi dan juga kelanjutan kejuaraan tersebut. Sebab anak-anak yang dilibatkan dalam pertandingan harus dipikirkan bagaimana pembinaan selanjutnya dan mau dibawa kemana para atletnya. Sementara kalau ada koordinasi dengan FORKI pastinya atlet yang berprestasi di ajang kejuaraan karate yang direkomendasikan FORKI akan dibina,” ungkap Ahmad.

“Semua harus jelas, termasuk sumber dananya. Kalau dari perseorangan, tidak masalah, tapi kalau sudah menyangkut nama dinas bahkan nama Bupati Cup, ini patut dipertanyakan, apakah anggaran untuk pembinaan para atlet berprestasi benar-benar tepat sasaran. Hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintahan daerah. Apalagi kejuaraan menggunakan naman Bupati Cup, penyelengaraannya harus diketahui bupati dan ada rekomendasi atau kordinasi ajang kejuaraan dari FORKI,” pungkasnya. (mrl)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook