Di Kabupaten Bogor, Tanpa Buku Nikah pun Bisa Bikin KK?

Kartu Keluarga yang diterbitkan tanpa melampirkan buku nikah.

BOGOR, INDONEWS,– Di Dinas Kependudukan Catan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, kini ada sistem baru. Jikapun warga tidak menyertakan surat nikah, pengajuan penerbitan Kartu Keluarga (KK)  tetap diproses. Namun, di kolom status perkawinan tertulis “tidak tercatat”.

Demikian disampaikan Anie, salah satu Kabid di Disdukcapil Kabupaten Bogor, saat dikonformasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa (18/2/2020).

“Karena sistem baru kami seperti itu pak. Kalau tidak ada surat nikah, jadi (status) kawin tidak tercatat (tidak tertulis, red). Jadi hubungannya tertulis hubungan lainnya. Jadi kalau tidak mencantumkan surat nikah, maka di kolom keterangan perkawinan tidak tercatat walaupun nikah resmi,” katanya.

Konfirmasi yang dilayangkan wartawan berkaitan adanya KK salah satu warga Kabupaten Bogor yang dirasa janggal. Dimana dalam anggota KK, nama istri si kepala keluarga berada dalam urutan nomor 4, sebab biasanya nama istri berada di urutan kedua, yang selanjutnya diikuti nama anak.

Kemudian di kolom status perkawinan, tertulis “Tidak Tercatat” dan di kolom Hubungan Dalam Keluarga sang istri tertulis “Lainnya”, bukan istri.

Menurut Anie, itu diperbolehkan sesuai dengan sistem baru. “Kalau mau dirubah biar susunannya menjadi kawin tercatat, maka harus dilampirkan surat nikahnya,” ucapnya.

Sementara itu, saat dimintai komentarnya terkait sistem baru di Disdukcapil Kabupaten Bogor tersebut, salah satu warga Kabupaten Bogor, Erwan Hidayat mengaku baru mengetahuinya. Ia pun menyampaikan kebijakan tersebut bisa saja mempermudah bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi disalahgunakan warga.

“Saya baru tahu. Entah lah pak saya jarang baca berita. Jadi ternyata boleh ya mengajukan KK tanpa surat nikah agar istri tetap tercantum di KK, ya meskipun di sana statusnya tidak ditulis sebagai istri, agak aneh juga sebenarnya. Kalau tanpa surat nikah pengajuan KK tetap diproses, lalu bagaimana jika ada orang mengaku sudah nikah, padahal belum, kan Disduk memperbolehkan tanpa menyertakan surat nikah. Apa ini tetap diproses?” ucap Erwin setengah bertanya.

Ia pun menanyakan apa yang menjadi dasar Disdukcapil Kabupaten sehingga yakin pemohon KK itu benar-benar sudah menikah.

“Saya sih mendukung saja apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Namun saya juga khawatir, kok prosesnya semudah itu, pencatatan kependudukan ini kayak longgar. Jika demikian, apakah tidak khawatir dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab. Dan bagaimana disduk mengantisipasinya,” ujar dia.

Erwin mencontohkan, jika pasangan tersebut berada di sebuah hotel, kemudian ada razia dari petugas berwenang, lalu apa penguat bahwa keduanya adalah adalah suami istri, karena di KK tidak tertulis status istri.

“Saya belum ngerti bener pak, namun kesannya jika ada kelonggaran soal buku nikah, berarti warga tanpa pengantar RT, RW dan desa juga bisa dong menerbitkan KK. Kira-kira begitu. Kemudian apakah ada aturan resmi atau Undang-undangnya bahwa seseorang yang tidak menunjukan buku nikah tetap bisa diproses masuk ke KK meski statusnya tidak jelas (tertulis lainnya). Jika boleh, kenapa di KK tidak dibuat kolom keterangan saja agar di kolom tersebut bisa ditulis; Status lainnya, karena tidak mencantumkan buku nikah,” kata Erwin sembari tertawa.

Ia berharap Disdukcapil Kabupaten Bogor gencar mensosialisasikan kebijakan atau sistem baru tersebut agar masyarakat tidak simpang siur.

“Sosialisasi menurut saya penting sekali, agar masyarakat seperti saya ini tahu juga bahwa di Kabupaten Bogor tanpa menyertakan buku nikah, pasangan bisa masuk dalam satu KK,” pungkasnya. (bn)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook