Diduga Cabuli Muridnya, Pimpinan Ponpes Dipolisikan

Kaluarga korban

BOGOR, INDONEWS,– Sarana pendidikan yang diharapkan menjadi tempat teraman bagi orangtua murid dalam menitipkan anaknya untuk dididik dan dibina guna meraih masa depannya, ternyata tidak dirasakan oleh AM (40) seorang ibu paruh baya yang beralamat di Kp. Bambon RT. 004, RW. 007, Desa Ragajaya Bojonggede. Pasalnya, putri tercintanya NH (16) justru diduga mengalami pelecehan seksual atau pencabulan yang dilakukan gurunya sendiri berinisial ANM (46).

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, ANM selain guru juga merupakan pendiri sekaligus pemilik Ponpes Nurul Hidayah Al Bina di Kp. Poncol Susukan, Bojonggede Bogor.

Peristiwa ini terungkap setelah korban lulus dari sekolah tersebut. Sang ibu melihat prilaku putrinya seperti menanggung suatu beban sangat berat. Setelah membujuk putrinya untuk bicara, ternyata benar, dengan penuh kekhawatiran dan rasa takut putrinya mengungkapkan apa yang selama ini dipendamnya.

“Anak kami mengaku sejak Maret 2017 lalu, disekolah ia mendapatkan perlakuan tidak senonoh atau pencabulan yang dilakukan gurunya sendiri disertai ancaman,” jelas AM.

Setelah mendengar pengakuan putrinya tersebut, AM (40) segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Depok. Keluarga korban berharap, kasus tersebut secepatnya diproses sesuai hukum yang berlaku, agar tidak ada lagi korban berikutnya dan dapat mengobati trauma yang dialami putrinya saat ini.

Akibat ancaman dan opini yang beredar, bahwa seolah putrinya yang bersalah, berupaya menghancurkan nama baik guru sekaligus pemilik Ponpes Nurul Hidayah Al Bina tersebut, untuk itu ia dan keluarga menuntut keadilan untuk putrinya tersebut.

Berdasarkan bukti dan fakta yang sebenarnya, saat ini proses hukum sedang berjalan. ANM (46) dijerat pasal 82 UU RI No. 45 Tahun 2014 PPA, Tindak Pidana Perbuatan Cabul Terhadap Anak Dibawah Umur dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun penjara. (Boim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook