M. Yusuf Mustofa Sulap Purwasari dari Tertinggal Jadi Termaju

Mochamad Yusuf Mustofa

BOGOR, INDONEWS,– Desa Purwasari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Tenjolaya ini dulunya adalah desa tertinggal. Namun berkat racikan tangan seorang Mochamad Yusuf Mustofa (38), Purwasari kini menjelma menjadi salah satu desa termaju di Kecamatan Dramaga.

Di periode pertamanya, tahun 2014 2020, Yusuf pertama-tama  melakukan pembangunan di bidang infrastruktur, pertanian, sosial, dan pendidikan. Sekitar dua tahun ia berjuang, akhirnya misi pertama tersebut terealisasi dan dirasakan langsung warganya.

“Luas wilayah desa ini mencapai 211.016 Ha. Mayoritas penduduk kami berprofesi sebagai petani. Maka, ketika saya diberi amanah menjabat sebagai kepala desa, salah satu yang menjadi fokus pekerjaan saya adalah infrastruktur untuk menopang pertanian warga sebagai mata pencaharian mereka,” ucap Yusuf, saat ditemui Indonews di ruang kerjanya, Rabu (26/2/2020).

Lantas, Yusuf mengisahkan perjalanan karirnya hingga duduk di tahta Desa Purwasari. Mencalonkan kepala desa merupakan perjalanan panjang baginya.  Tidak secara tiba-tiba. Namun berkat kegigihan dan perjuangannya, diusia 31 tahun, Yusuf duduk di kursi Kades Purwasari.

“Motivasi saya menjadi kepala desa karena saya sayang terhadap wilayah, warga masyarakat serta desa itu sendiri. Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk memajukan Desa Purwasari, jangankan harta, tenaga dan pemikiran, nyawa pun akan saya pertaruhkan demi membela Desa tercinta ini,” ujarnya.

Setelah berhasil mengeluarkan Purwasari dari label desa tertinggal, Yusuf nyatanya tak berpuas diri. Dia terus berinovasi agar desa ini semakin maju. Alhasil, Purwasari disulapnya menduduki peringkat 3 dari 10 desa yang ada di Kecamatan Dramaga. Luar biasa!.

Dengan sejumlah prestasi yang ia torehakan itu, maka dalam menyongsong Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2020 pada bulan November mendatang, Yusuf tak merasa gentar. Sebab, jika pun nanti bukan dirinya yang terpilih, sejarah akan perjuangannya akan tetap dikenal masyarakat Purwasari.

“Takdir itu hanya tuhan lah yang tahu. Entah nanti saya menjabat lagi atau tidak, tetapi setidaknya saya sudah berjuang untuk membawa desa tercinta ini menjadi lebih baik lagi. Desa bagi saya hanya sebagai alat, yaitu alat untuk beribadah dan berbuat kebaikan bagi umum. Bila saya bukan kades, mana bisa berbicara begini, jadi anggaplah saya ini sebagai kawan untuk membangun desa ini,” ungkapnya, optimis.

Perjuangannya hingga detik ini memang belum berakhir. Yusuf Mustofa terus berinovasi agar desa ini menjadi desa nomor wahid. Teranyar, dia akan membentuk Sekar Mandala Pemuda.

“Sesuai namanya, Sekar Mandala Pemuda nanti akan memberdayakan para pemuda. Ini perlu dibentuk untuk mengembangkan desa. Rencananya pada April 2020 Sekar Mandala Pemuda akan dideklarasikan,” jelasnya.

Selain itu, berkat kepemimpinannya yang ciamik, Yusuf diberi ‘gelar’ Kades 24 Jam. Sebab, Yusuf selalu menunjukan jiwa fighter dalam bekerja dan pekerja keras dengan selalu melayani masyarakat tanpa melihat waktu. Ia  nyaris 24 jam ada di desa. (Bn)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook