Perbup PSBB: Pabrik Harus WFH, Pelanggar Diberi Teguran Tertulis

BOGOR, INDONEWS — Kabupaten Bogor melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB pada Rabu (15/4) kemarin. Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 16 Tahun 2020 untuk merinci aturan saat penerapan PSBB pun sudah dirampungkan.

Dalam Pasal 9 Perbup tersebut, diatur mengenai pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja. Mayoritas perusahaan diminta untuk menerapkan work from home (WFH) atau kerja dari rumah.

Namun, ada sejumlah sektor yang dikecualikan dan tetap bisa masuk kantor. Sejumlah sektor itu diatur dalam Pasal 10, mulai dari pelayanan penanggulangan kebencanaan, kesehatan, perhubungan, sosial, hingga pelaku usaha di bidang pangan dan energi masih bisa masuk.

Sektor vital seperti logistik, perhotelan, hingga industri juga merupakan sektor yang dikecualikan. Namun, ada kriteria-kriteria dalam sektor industri yang turut diatur, seperti obat-obatan, farmasi, perangkat medis, alat kesehatan, dan lain-lain. Hal itu diatur dalam Pasal 10 ayat (1) di Perbup tersebut.

Namun meski ada sejumlah industri menjadi sektor yang dikecualikan, ternyata Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong sebisa mungkin industri menerapkan kerja dari rumah. Hal itu tertuang dalam Pasal 10 ayat (6).

Berikut bunyinya:

Terhadap kegiatan industri, pimpinan tempat kerja mengurangi kegiatan sampai batas minimal baik terhadap jumlah karyawan, waktu kegiatan dan fasilitas operasional, dan mendorong sebanyak mungkin karyawan bekerja dari rumah (work from home), dengan mempertimbangkan kelangsungan usaha dan melakukan pembayaran upah pekerja/buruh sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja/buruh.

Dalam ayat (8) di pasal tersebut, dijelaskan juga mengenai kewajiban perusahaan/industri jika memang WFH tak bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan rapid test terhadap karyawan.

Berikut bunyinya:

Melakukan tindakan pemeriksaan awal dengan Rapid Test, cek suhu tubuh seluruh orang/pekerja yang masuk ke perusahaan, memberikan hand sanitizer, masker dan memberikan informasi kepada seluruh pekerja tentang bahayanya Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sesuai Standar Operasional Prosedur yang berlaku.

Teguran Tertulis

Sederet aturan PSBB akan diterapkan demi mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor. Polres Bogor bersama instansi terkait melakukan pengawasan (check point) di sejumlah titik lokasi bagi para pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang melanggar aturan PSBB.

Aturan tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 16 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Salah satu titik lokasi kegiatan check point ialah di pertigaan Pasar Cibinong. Pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran sesuai Perbup Bogor nomor 16 Tahun 2020 diberi teguran tertulis secara persuasif dan simpatik.

“Selama PSBB berlangsung, Polres Bogor melaksanakan kegiatan pengawasan di 17 titik check point utama. Hari ini kami melakukan kegiatan semacam razia kepada pengguna kendaraan bermotor. Yang kedapatan melanggar perbup nomor 16 tahun 2020 kami berikan teguran tertulis, dan tidak lupa kami berikan masker gratis,” ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Rabu (15/4/2020).

Dia mengatakan, tujuannya adalah supaya masyarakat mengerti dan sadar bahwa saat ini sedang diberlakukan PSBB dan supaya masyarakat tak lagi mengulangi pelanggaran agar terhindar dari bahaya Covid-19. Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fadli menjelaskan bahwa teguran tertulis berbeda dengan tilang karena tidak ada denda maupun sanksi yang mengikat.

“Tadi ada 10 pengendara yang kami berikan teguran tertulis, kebanyakan tidak menggunakan masker, ada satu yang kelebihan muatan penumpang. Kami berikan teguran tertulis secara simpatik dan persuasif harapannya adalah masyarakat menjadi paham dan mengerti bahwa saat ini di Bogor telah menerapkan PSBB selama 14 hari, dari tanggal 15 April sampai 29 April 2020 dan yang paling penting adalah jangan diulangi lagi karena ini untuk kepentingan masyarakat juga,” kata Fadli. (bn)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook