Empat Pejabat Dilantik Ade Yasin di Tengah Pandemi Covid-19

Bupati Bogor Ade Yasin saat melantik pejabat Eselon III A atau setara kepala dinas, Senin (27/4/2020)

BOGOR, INDONEWS – Bupati Bogor Ade Yasin merotasi beberapa pejabat di tengah pandemi coronavirus desease 2019 atau COVID-19. Dikethaui, pejabat yang dirotasi adalah esselon II A atau se-tingkat kepala dinas. Pelantikannya sendiri dilakukan di Pendopo Bupati Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Tengah, Cibinong, Senin (27/4/2020).

Pejabat yang dilantik berjumlah empat orang, antara lain Dedi A Bachtiar sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Azhahir sebagai Kepala Inspektorat, Herdi sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Oetje Soebagdja sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

Sebelumnya, Dedi A Bachtiar menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah, lalu Azhahir sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Herdi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP dan Oetje Soebagdja digantikan posisinya oleh Herdi hingga dirinya dirotasi menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

“Sebelumnya Dedi A Bachtiar, Oetje Soebagdja dan Azhahir telah mengikuti open bidding karena jabatan yang mereka isi sebelumnya kosong dan dijabat oleh seorang Plt. Sedangkan untuk Herdi ialah mantan Advokat,” jelas Ade Yasin kepada wartawan, Senin (27/4).

Dikatakan, Oetje sudah tujuh tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sementara untuk posisi Kepala Bappenda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang saat ini kosong  juga akan melalui proses open bidding dalam waktu dekat.

Ade berharap di posisi atau jabatan barunya, para pejabat yang baru bisa meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas pemerintahan di lingkup dinas masing-masing.

“Pengangkatan seseorang pada suatu jabatan pada hakekatnya merupakan dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam rangka meningkatkan kinerja hingga itulah yang saya harapkan,” sambungnya.

Sebagai Bupati, Ade Yasin mengaku tidak memiliki banyak pilihan. Alih-alih menggelar lelang jabatan terbuka (open bidding), untuk beberapa slot yang sebelumnya kosong, seperti kepala diskanak, dia memilih orang yang tidak memiliki basis pendidikan selaras untuk duduk.

“Pak Oetje sudah lama sekali di disdukcapil jadi perlu penyegaran. Sama seperti bappenda, perlu penyegaran,” kata dia.

Untuk posisi kepala bappenda, kata dia, akan diisi melalui lelang jabatan terbuka yang akan digelar tidak lama lagi. “Bappenda akan di open bidding. Jadi harus kosong dulu,” kata Ade.

Saat ini, beberapa posisi kepala dinas tidak bertuan. Selain bappenda, posisi kepala diskominfo juga kosong, kemudian kepala satpol PP, kepala dinas UMKM, kepala kesbangpol dan kepala DLH.

Ade menerangkan bahwa kepercayaan dan pengakuan itu merupakan suatu kehormatan dan mengandung kerja tim, setiap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas harus dilakukan secara bijak, tanpa harus saling menyalahkan, sehingga kendala – kendala yang muncul dapat diatasi dengan baik.

“Saya harap ASN responsif terhadap tantangan dan permasalahan baru yang muncul baik di luar ataupun di dalam organisasi,” tandas Ade. (mar)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook