Anggaran Rp477 Miliar tak Cukup untuk Tangani Bencana di Bogor

Foto udara anggota tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang yang masih belum ditemukan di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020). Basarnas memperpanjang masa pencarian selama tiga hari atau hingga 14 Januari untuk melakukan pencarian tiga korban yang masih belum ditemukan dikawasan tersebut. ANTARAFOTO/Galih Pradipta

BOGOR, INDONEWS — Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa biaya tak terduga dalam APBD Kabupaten Bogor senilai Rp477 miliar tidak cukup untuk penanganan pasca-bencana di wilayah Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Ya harus (pengadaan), kita bahas dulu sama dinas terkait. BTT untuk (pasca-bencana) Sukajaya dulu,” ujarnya usai rapat paripurna di Gedung DPRD, Cibinong Kabupaten Bogor, Kamis (14/5).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor baru menyalurkan bantuan berupa pangan untuk para korban longsor di Desa Sruduk, Kecamatan Leuwisadeng. Sementara, untuk hunian sementara (huntara) masih belum jelas.

“Kalau sekarang belum ke infrastruktur baru bantuan pangan saja,” lanjut dia seperti dikutip dari Antara.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu mengaku tengah memikirkan untuk membuatkan tempat tinggal pengganti bagi masyarakat yang rumahnya hancur terkena longsor yang terjadi pada Rabu (13/5) dini hari ini.

Anggaran BTT Kabupaten Bogor Jawa Barat membengkak hingga 24 kali lipat atau menjadi Rp477.030.977.722. Sebelumnya, dari pos yang sama, anggarannya sebesar Rp20 miliar. Kenaikan ini untuk menangani dampak pandemi virus corona covid-19.

Anggaran itu dibagi untuk penanganan covid-19 senilai Rp384.072.708.590. Sementara sisanya, Rp92.958.269.132 dialokasikan untuk penanganan pasca-bencana longsor dan banjir di wilayah barat Kabupaten Bogor yang terjadi pada awal Januari 2020.

Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, tepatnya Desa Sukamulih kembali diterjang bencana banjir pada Rabu (13/5) dini hari. Bersamaan dengan longsor yang lokasinya tak jauh, yakni Desa Wangun Jaya Kecamatan Leuwisadeng, mengakibatkan puluhan rumah terendam dan tertimbun.

Bencana itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah barat Kabupaten Bogor itu sejak Selasa (12/5) sore hingga Rabu dini hari. Akibat meluapnya Sungai Ciputih dan terkikisnya tanah di Desa Wangun Jaya mengakibatkan puluhan rumah terendam, dan belasan lainnya tertimbun longsor.

Dua hari sebelumnya, Senin (11/5) Desa Sukamulih, Kecamatan Sukajaya juga sempat terendam banjir bersamaan dengan desa di sebelahnya yaitu Desa Jayaraharja. Sedikitnya ada 33 rumah terendam air Sungai Ciputih saat itu.

Kecamatan Sukajaya merupakan wilayah terdampak bencana awal tahun 2020 dengan kerusakan paling parah dibandingkan tiga kecamatan lainnya di wilayah barat Kabupaten Bogor. Kecamatan lain itu adalah, Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Kecamatan Jasinga.

Peristiwa longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Rabu (1/1/2020) itu mengakibatkan kerusakan pada ribuan rumah masyarakat, jika dirinci, sebanyak 1.092 unit rusak berat, 1.625 unit rusak sedang, dan 1.334 unit rusak ringan. (Fir)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook