Miris, Desa Cipeucang Hanya Mendapat 3 KK Bantuan Bupati

Kades Cipeucang, Gopur Atmaja

BOGOR, INDONEWS — Carut marutnya data warga penerima bantuan bupati yang saat ini terjadi tak ayal membuat polemik di pemerintah desa (pemdes). Hal inilah yang membuat beberapa kades kecewa dan menolak bantuan tersebut.

Ada beberapa desa di Kecamatan Cileungsi yang diluar dugaan dan tidak sesuai harapan para kadesnya. Salah satunya Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Warga terdampak Covid-19 berharap mendapat bantuan tapi harus menelan pil pahit, pasalnya bantuan yang mereka nantikan ternyata tak kunjung datang.

Hal ini pula disesalkan oleh Kades Cipeucang, Gopur Atmaja. Saat dikonfirmasi via WhatsApp, ia mengatakan, bantuan yang diterima jauh dari data pengajuan, yakni bantuan bupati hanya mendapatkan untuk 3 KK saja.

“Hal ini yang membuat saya kecewa terkait bantuan untuk warga terdampak Covid 19 ini. Maka wajar kalau saya menolak. Untuk Bantuan Presiden, saya mengajukan 3850 KK tapi yang masuk cuma 705 KK. Untuk Bantuan Provinsi saya mengajukan 294 KK yang masuk cuma 36 KK. Di luar itu data warga penerima bantuan adalah PKH 26 KK ,BPNT 44 KK perluasan jadi 111 KK untuk yang belum mendapatkan bantuan ada 3222 KK yang belum mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Ia pun mengaku kaget menerima laporan dari staf kesra, bahwa bantuan bupati hanya mendapatkan 3 KK.

“Jadi mendingan gak usah diambil dari pada nanti jadi polemik di masyarakat,” pungkasnya.

Terkait hal ini, Indonews mencoba mengkonfirmasi kepada Ketua TKSK Kecamatan Cileungsi, Geri Gunawan. Dia mengaku persoalan bantuan tersebut bukan kewenangannya.

“Untuk lebih jelasnya silahkan koordinasi dengan dinas sosial Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Pernyataan Ketua TKSK tersebut pun disayangkan, padahal serharusnya sebelum menjadi ketua atau pun anggota TKSK pasti sudah dibekali oleh dinas sosial pemahaman dan pengetahuan serta teknisnya untuk menjelaskan kepada kades dan warganya agar jika terjadi kurang pemahaman dan kurang informasi serta polemik di warga dan kades, merekalah yang harus menjelaskan sebelum ke dinas sosial Kabupaten Bogor.

Terkait masalah ini, Indonews juga mencoba mengkonfirmasi Camat Cileungsi, Zaenal namun tidak direspon alias tidak dijawab. (FRM)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook