Penyaluran Bantuan oleh Pemdes Cicadas Diduga Tanpa Protokol Kesehatan

Nampak masyarakat berkumpul dengan tidak menjaga jarak. Bahkan beberapa warga tidak mengenakan masker. Pemandangan tersebut seolah dibiarkan pihak desa. Sehingga penyebaran virus corona berpotensi besar saat itu.

BOGOR, INDONEWS – Dampak Pandemi Covid-19 sangat dirasakan warga luas, baik yang berpenghasilan minim sampe maupun mapan. Sehingga mereka membutuhkan bantuan baik dari  kemensos, bupati, gubernur dan presiden. Saat ini sangat banyak bentuk bantuan yang sudah digulirkan pemerintah melalui pemerintah desa (pemdes) dan instansi lainnya.

Saat ini warga sangat berharap mendapat bantuan, apalagi situasi yang saat ini sedang tidak bersahabat dan tidak bisa diduga karena wabah virus corona. Namun, mengingat bantuan saat ini sudah hampir semua digulirkan, sehingga masyarakat patut bergembira.

Seperti halnya Pemdes Cicadas. Pada Kamis (28/05/2020) menditribusikan bantuan dari kementerian sosial (kemensos). Terlihat masyarakat berkumpul sehingga, diduga melanggar aturan PSBB dan tidak mengikuti protokol kesehatan.

Hal ini sehingga berpotensi meningkatkan penyebaran Virus Corona. Terlebih yang hadir notabene adalah lansia.

Terkait adanya kegiatan ini, Indonews mencoba meminta keterangan Kepala Desa Cicadas, Iwan Hemawan. Namun saat itu, kepala desa sedang sibuk dan diarahkan untuk meminta keterangan kepada staf operator desa.

Staf operator desa, Putro Utomo Bustianto mengatakan bahwa hari ini adalah kegiatan pendistribusian Bantuan dari Kemensos, yakni FKM, program bantuan uang tunai sebesar Rp600.000.

“Program pemerintah ini ada program yang sudah diprioritaskan oleh pemerintah bagi warga yang terdampak Covid-19. Warga yang saat mendapatkan bantuan adalah warga yang tidak mampu dan tidak berpenghasilan tetap. Data yang saat ini digunakan adalah data dari Dinas Sosial, dari data Non DTKS,” jelasnya.

Staf operator desa, Putro Utomo Bustianto

Putro menuturkan, jumlah data penerima untuk Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor cukup banyak, kurang lebih sekitar 314 KPM.

“Saya berharap dengan adanya bantuan ini bisa membuat warga terbantu dan meringankan beban mereka. Terkait adanya warga yang berkumpul dan kami sudah minta izin polsek dan kecamatan,” pungkasnya.

Dalam foto yang diambil, Nampak masyarakat berkumpul dengan tidak menjaga jarak. Bahkan beberapa warga tidak mengenakan masker.

Pemandangan tersebut seolah dibiarkan pihak desa. Sehingga penyebaran virus corona berpotensi besar saat itu. (Firman)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook