Kondisinya Mengkhawatirkan, Meteran Listrik di Pos Dishub Dipertanyakan

Kondisi meteran listrik di salah satu Pos Dishub di kawasan Ciriung, Cibonong, Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS – Adanya meteran listrik di Pos Dishub di Kabupaten Bogor menjadi pertanyaan, atas nama siapa karena pihak PLN pernah menyatakan pemiliknya berbeda dengan nama yang tercantum sebagai pelanggan.

Lantas, sudah berapa lama atas nama tersebut menjadi pelanggan dari PLN dan apa syarat menjadi pelanggan PLN dan apa kategori pelanggannya.

Kepala ULP PLN Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Deny menjelaskan, Kwh meter tidak selalu identik dengan pemilik, karena sesuai dengan permohonan diawal pada saat pasang baru, kondisinya bisa karena persil sudah berbeda pemilik, sedangkan dari pelanggan tidak ada permohonan rubah nama.

“Pertanyaan atas nama siapa dan sudah berapa lama, itu merupakan data pelanggan, dan ada mekanismenya untuk permohonan data pelanggan, tidak bisa serta merta kami menginformasikan kepada pihak yang bukan pelanggan yang bersangkutan,” ucap Deny saat dikonfirmasi Indonews, Senin (15/6/2020)

Deni menjelaskan, syaratnya menjadi pelanggan PLN, masyarakat dapat melakukan permohonan pasang baru ke PLN melalui layanan PLN (contact center ataupun kantor PLN terdekat), dengan melampirkan identitas pemohon, dan melakukan pembayaran biaya penyambungan.

“Tanggapan, kondisi kabel yang tidak sesuai merupakan instalasi milik pelanggan, tanggung jawab ada di pelanggan. PLN hanya mengimbau agar pelanggan menggunakan listrik dengan baik, dan menggunakan kabel instalasi dan tata letak yang sesuai standar,” imbuhnya.

Terlihat kabel-kabel juga berserakan di bawah jembatan.

Pantauan Indonews, kondisi meteran di pos dishub tersebut sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi penyebab kebakaran maupun keselamatan masyarakat.  Terlihat kabel-kabel juga berserakan di bawah jembatan.

Lalu, apakah hal tersebut dibenarkan oleh PLN, karena kondisi meteran di Pos Dishub tersebut bukan baru atau sudah lama. Kemudian jika ada pelanggaran apa sanksinya?

“Kami akan tindak lanjut dengan surat imbauan K2 (Keselamatan Ketenaga) listrik agar jika memasang aliran listrik walaupun kepemilikannya bukan punya PLN namun akan kita imbau untuk mengedepankan keselamatan masyarakat umum,” jawab Deny. (Aln)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook