Pendamping Kecamatan Ciomas Dinilai Mandul dalam Pengawasan

BOGOR, INDONEWS – Wabah Virus Corona yang melanda Indonesia sangat dahsyat, sehingga membuat banyak orang terdampak. Pemerintah sedikit kewalahan dalam menangani pandemi Covid 19 ini. Situasi diberbagai daerah sangat mengkawatirkan, banyak masyarakat jadi korban wabah ini.

Ribuan orang meninggal karna terpapar Virus Corona. Pemerintah pusat mengintruksikan pada hampir setiap pemerintah daerah untuk membuat aturan agar pandemi ini bisa segera diatasi dan wabah ini tidak menyebar kemana-mana.

Guna menanggulangi dampak pandemi Coronavirus Disease-2019 (COVID-19), pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar masyarakat terdampak terbantu secara ekonomi, yakni melalui penyaluran tujuh sumber bansos (PKH, BPNT, Banpres, BLT – DD, Pra-Kerja, Bantuan Prov dan Bantuan Kota/Kab).

Warga yang saat ini terdampak sudah banyak yang menerima bansos dari pemerintah. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah pusat sudah mengintruksikan pada seluruh instansi pemerintah dibawah mulai provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa, bahwa tidak boleh mengurangi dengan dalih apapun dalam pembagian bansos karena itu sudah hak warga penerima. Jika terbukti bersalah menyalahi aturan, ancamannya bisa sampai hukuman mati.

Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor sudah menditribusikan bantuan pemerintah berupa Kartu PKH/BPNT perluasan yang nilai uang dalam Kartu ATM Rp.200.000 per bulan. Penyaluran serta penentuan KPM merupakan kewenangannya penuh kemensos pendistribusian bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam hal ini TKSK yang salah satu pendamping diberi tugas oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor. Fungsinya adalah untuk mengawasi dan mengontrol mekanisme supaya benar.

Namun miris dan sangat disayangkan, tugas TKSK Kecamatan Ciomas dalam pengawasan di lapangan dinilai mandul dan gagal. Pasalnya salah satu warga Desa Pagelaran yang tidak mau disebutkan namanya mengeluhkan bahwa harga sembako yang dibeli di e-Warong sangat jauh harganya dari harga pasaran.

“Harganya jauh lebih mahal dibanding di pasaran. Adapun sembako yang saya terima telur 2,2 kg, kacang hijau 1/4 kg, daging 0,7 kg, jeruk 1,5 kg dan beras 33 kg. Jika dihitung harga pasaran, yait telur 2,2 kg Rp. 48.000, kacang hijau 1/4 kg Rp.8000, daging 0,7 kg Rp.63.000, jeruk 1,5 kg Rp 20.000, beras 33 kg Rp.330.000 dan total Rp 469.000,” terangnya.

“Selisihnya jauh banget. Sedangkan saldo saya Rp600.000 dalam kartu tersebut. Nah sisanya kemana,” ungkapnya.

TKSK/pendamping Kecamatan Ciomas, Tomy saat dikompirmasi  meminta wartawan untuk datang ke Ciomas.

“Saya ada pelayanan verifikasi pengajuan SKKM setiap pagi, dari jam 08:00 sampai jam 11:30 WB. Silahkan atur saja waktunya. Anda banyak liputan, saya juga banyak kerjaan pelayanan sosial bagi masyarakat satu Kecamatan Ciomas,” katanya. (FRM)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook