Harga Produk e-Warong Jauh dari Harga Pasaran, Penerima BPNT Dirugikan

BOGOR, INDONEWS — Kepala Desa Sukasirna Iwan setiawan S.Ip, Kamis (25/06/2020) saat ditemui di kantornya menyatakan bahwa ia mandapatkan keluhan dari warga Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol yang merupkan penerima manfaat BPNT yang merasa dirugikan.

“Mereka menyampaikan keluhan karena harga yang ditentukan diduga tidak sesuai dengan yang dipasaran, serta kualitas prodaknya pun patut dipertanyakan,” ujarnya.

Adapun dengan rincian dan perhitungan normal produk yang didapat warga adalah Beras 30 kg Rp330.000, telur 3 kg Rp78.000, kacang ijo 3 kg Rp60.000, jeruk 3 kg Rp60.000 dan sabun mandi 12 buah Rp30.000. Jika ditotal Rp558.000 atau selisih Rp. 42.000

Sementara TKSK Kecamatan Jonggol, Dudi mengatakan, harga tersebut sesuai harga pasaran. Lalu dalam hal harga KPM menerima sesuai barang yang diberikan karena saat ini harganya naik.

“TKSK monitoring ke setiap agen dengan tujuan untuk menanyakan komoditi apa saja yang diberikan kepada KPM untuk jadi laporan saya tiap bulannya. Harga yang menentukan adalah para agen, selanjutnya KPM itu dinformasikan melalui desa dan RT untuk pengambilan sembako,” jelasnya.

Dikatakan, TKSK akan memantau setiap bulannya kepada agen dalam pemberian sembako dan memberikan masukan agar setiap bulannya ada peningkatan kualitas dalam komoditi.

Sementara Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait saat dikonfirmasi mengatakan, hal ini harus jadi perhatian pemerintah daerah karena hak masyarakat tidak boleh permainkan.

“Seharusnya harga di e-Warong sama harganya dengan di pasaran. Pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat untuk membantu supaya ringan beban hidup, bukan malah hak mereka dikurangi. Saya harap  tidak ada mark up harga di e-Warong. Jangan dipermainkan karena itu tidak dibenarkan oleh aturan dan Undang-Undang,” ujarnya. (Firman)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook