Enam Perangkat Desa Sekaligus Pendukungnya Diberhentikan Kades Jonggol

Kantor Desa Jonggol

BOGOR, INDONEWS – Sejumlah desa saat ini memiliki kepala desa baru pasca pemilihan dan pelantikan enam bulan yang lalu. Masyarakat menaruh harapan besar untuk kepala desa yang terpilih saat ini demi kemajuan desa.

Setelah pelantikan, kepala desa langsung membuat struktur pemerintah dari kaur hingga kasie. Sudah bukan rahasia umun jika banyak kepala desa yang menganti kaur dan kasie lama  dengan yang baru, padahal pemerintah daerah melalui bupati dan Kadis DPMD sudah pernah mengimbau untuk tidak melakukan reshufle karena jika dilakukan hal itu akan merepotkan kepala desa itu sendiri. Namun tak sedikit pula kepala desa yang tidak mengubris karena mengabaikan imbauan tersebut.

Bahkan saat ini juga, banyak kepala desa yang mengganti semua kaur dan kasie karena mereka beralasan untuk perubahan. Kepala desa dituntut untuk memilih kaur atau kasie yang berkualitas serta berpendidikan tinggi agar bisa membantu kinerja pemdes.

Kepala desa dalam hal ini punya kewenangan memilih dan menentukan siapa kaur atau kasie serta pegawai desa yang dianggap bisa membantu pekerjaan dalam hal adminitrasi dan kegiatan kepala desa dalam melayani masyarakat.

Dalam menentukan kaur atau kasie, kepala desa pasti sudah punya kriteria dan kategori. Sesuai perda dan aturan bahwa kaur tiga orang dan kasie dua total jadi lima orang jumlahnya tidak boleh melebihi yang sudah ditentukan.

Seperti yang terjadi di Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Beberapa bulan lalu Kepala Desa Jonggol H. Yopy Muhamad Safrie pada Januari 2020 merekrut enam orang perangkat desa dengan tanpa test serta proses yang kurang matang langsung diterbitkan SK pengangkatan.

Akan tetapi sangat disayangkan awal April 2020 lalu, enam orang perangkat desa tersebut dipecat. Menurut keterangan salah satu perangkat desa yang dipecat dan juga tidak mau disebutkan namanya enam orang yang dipecat H. Yopy tanpa alasan jelas.

“Padahal kami bekerja sudah baik dan benar serta tidak ada kesalahan yang fatal dan juga kami ini adalah pendukung intinya saat dia calon kepala desa dulu. Kami tidak menyangka hal itu. Kami sangat kecewa serta kami merasa pemecatan kami tidak sesuai prosedur dan aturan,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Desa Jonggol angkat bicara saat ditemui di kantornya Kamis (25/06/2020) lalu. Menurut H. Yopy, ia memberhentikan mereka sudah sesuai aturan karena mengangkat dan memberhentikan perangkat desa itu harus sesuai prosedur dan itu kewenangan kepala desa.

“Perlu saya jelaskan bahwa dari beberapa perangkat desa yang saya berhentikan ada yang mengundurkan diri, ada yang tidak cakap bekerja dan ada juga yang melakukan kesalahan fatal. Atas dasar itu saya mengambil keputusan untuk memberhentikan mereka walaupun mereka adalah pendukung saya dulunya,” ungkapnya.

Ditambahkan, tiga bulan mereka bekerja sudah dievaluasi dan sudah diperhitungkan karena kades mengangkat mereka tujuannya untuk membantu dalam melaksanakan program-progam dirinya mewujudkan Desa Jonggol lebih maju dan mandiri.

“Akan tetapi karena mereka tidak bisa membantu saya, keputusan terpaksa saya ambil dan memberhentikan mereka,” pungkasnya. (Firman)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook