Penerima BLT DD Mekarwangi, Rumahnya Mewah

Rumah warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, yang tidak mendapat BLT-DD

Dua warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu yang mendambakan mendapat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) hanya bisa gigit jari. Pasalnya, ia tidak terdaftar sebagai penerima BLT-DD dan hanya mendapatkan bantuan bupati.

“Padahal BLT-DD yang menentukan penerimanya adalah hak dan kewenangan kepala desa. Namun saya tidak dapat bantuan itu. Padahal desa tahu bagaimana kondisi saya. Rumah jauh dari layak, dinding rumah masih pakai triplek dan grebek (bambu dianyam),” ungkap Abas Basara, warga Desa Cariu Kampung Jangkar RT 01/01 saat menceritakan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mendapat BLT DD.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya tidak lagi memiliki penghasilan tetap karena saat ini ia sebagai buruh serabutan.

“Saya sudah tua, tidak bisa damel (kerja,red) keras lagi. Saya tinggal sama istri saya disini. Saya berharap Kepala Desa Mekarwangi lebih bijak dan lebih peka terhadap kehidupan warganya. Saya juga gak tahu bagaimana cara kepala desa RT RW memilih warga yang penerima BLT DD. Kok yang rumahnya bagus dan layak, pekerjaanya tetap tapi kok dapat BLT DD. Tapi saya enggak,” ungkapnya.

Sama halnya dengan istrinya yang kesehariannya sebagai buruh serabutan. Sehari-hari pasangan lanjut usia ini menghabiskan waktu di sawah.

“Aaya juga sudah tua pak, sudah tidak kuat lagi kerja yang berat,” jelasnya.

Ia juga mengaku tidak mengerti mengapa lain di seberang rumahnya, warga yang memiliki tempat tinggal bagus dan mewah justru mendapatkan bantuan itu.

“Kalau dilihat mah tidak perlu dapat bantuan, tapi nyatana mereka menerima BLT DD. Kami mah rakyat kecil gak ngerti apa-apa. Jadi gak tahu kenapa mereka bisa dapat BLT-DD,” pungkasnya.

Rumah warga yang mendapatkan BLT-DD

Sementara Sekdes Mekarwangi, Hardi saat dikonfirasi, sampai berita ini diterbitkan masih bungkam. Sementara Kades Mekarwangi Omang saat dikonfirmasi melalui Sekcam Cariu, Bakri menjelaskan bahwa kriteria warga yang mendapatkan bantuan BLT DD adalah sebagai berikut:

  1. Warga desa setempat yang memiliki indentitas
  2. Keluarga kurang mampu
  3. Keluarga terdampak COVID-19.

“Insya Allah, di tahap kedua rumah tangga tersebut akan kebagian jelasnya,” kata dia.

Sedangkan hasil temuan wartawan, saat penyaluran bantuan tahap pertama, warga tersebut belum memiliki identitas/KTP/KK sehingga baru diberi bansos bupati.

Lalu yang jadi pertanyaan besar juga bahwa pernyataan Kades Mekarwangi Omang penerima BLT DD yang tahap pertama tidak mendapatkan, pada tahap kedua akan mendapatkan. Padahal menurut aturan data tahap pertama dan data tahap kedua seharusnya sama tidak boleh ada perubahan data.

Jika hal itu dilakukan akan terjadi kesenjangan sosial serta kecemburuan sosial pada warganya dan berpotensi konflik di masyarakat. (Firman)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook