Warga Cibadak Mengeluh, Sembako di e-Warong tak Sesuai Harga Pasar

BOGOR, INDONEWS — Bantuan pemerintah berupa ATM sembako yang bekerja sama dengan bank Mandiri, yaitu Kartu BPNT (perluasan) atau yang sebelumnya namanya PKH berupa uang tunai Rp 200.000 selama tiga bulan, kemungkinan akan diperpanjang waktunya.

Dalam kartu ATM, uang tunai tersebut tidak bisa dicairkan dengan bentuk uang, tapi harus dibelanjakan dengan prodak sembako di e-Warong yang ditunjuk oleh Bank Mandiri/Himbara.

TKSK Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Erick mengatakan, produk yang dijual di e-warong adalah karbohidrat: beras, jagung. hewani: daging sapi, ayam, telur dan ikan. Protein Nabati: kacang-kacangan, tahu dan tempe serta vitamin: sayuran dan buah-buahan

Pada Rabu (1/7/2020), salah satu warga Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor sebagai penerima kartu BPNT yang sudah membelanjakan uang Rp200.000 dalam ATM tersebut dan dibelanjakan sebulan sekali serta tidak mau disebutkan namanya mengeluhkan harga di e warong tidak sesuai dengan harga di pasaran.

“Harganya saya tidak tahu persis dari beberapa produk yang diterima karena kami ambil barang beberapa macam sesuai aturan dan ATM digesek setelah itu pulang,” katanya.

Lebih jauh diakatakan, produk yang diterima beras 30 kg Rp330.000, telur 3 kg Rp78.000, kacang ijo 1,5 kg Rp30.000, kentang 3 kg Rp48.000, jeruk 3 kg Rp60.000 sehingga total Rp546.000.

“Akan tetapi jika dihitung harganya, tak sesuai dan jauh dari harga pasar. Saya berharap hal ini bisa ditindaklanjutin dan jadi perhatian semua pihak,” pungkasnya. (Firman)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook