Harga di e-Warong Diduga Dimarkup, Warga Penerima Kartu BPNT Dirugikan

BOGOR, INDONEWS — Warga saat ini antusias menerima bantuan pemerintah. Saat ini program pemerintah yang sebelumnya PKH berubah menjadi BPNT perluasan. Data yang diambil dari data non DTKS.

Program yang bekerjasama dengan Bank Mandiri dan diawasi TKSK bagian dari Dinsos Kabupaten Bogor tersebut adalah kartu ATM yang saldonya Rp200.000 setiap bulan. Namun untuk tiga bulan ini, April, Mei, Juni bank Mandiri memberikan kebijakan bahwa saldo selama tiga bulan itu sudah dikucurkan semuanya dengan total saldo yang ada di kartu ATM senilai Rp600.000

Namun miris, ada e-Warong tempat warga penerima kartu BPNT membeli produk dengan cara mengesek kartu tersebut dan mengunakan mesin EDC diduga memarkup harga.

e-Warong menjual produk kebutuhan warga penerima kartu BPNT diluar pasaran. Hal ini dikeluhkan dan diceritakan salah satu warga Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Dia mengtakan bahwa prodak yang mereka beli tak sesuai harganya.

“Produk yang saya dapatkan dari e-Warong adalah beras 30 kg Rp.330.000, telur 3 Rp.78.000, jeruk 3 kg Rp.60.000, kentang 3 kg Rp.45.000, tempe 3 Rp.15.000 dan total harga Rp.528.000. Ini pun kita hitung dengan perbandingan harga pasar yang paling mahal pun tidak mencapai angka Rp.600.000 jadi hal ini sangat jelas bahwa ada permainan harga,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait mengatakan, bahwa hal ini dapat merugikan masyarakat.

“Apalagi ini untuk masyarakat yang tidak mampu dan terdampak COVID-19 jelasnya. Sesuai intruksi presiden bahwa tidak boleh menyelewengkan bantuan masyarakat dengan dalih apapun, karna hal ini sangat bertentangan dengan aturan. Jika hal itu benar dan terbukti bisa dipidana,” jelasnya. (firman)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook