Polres Bogor Bongkar Home Industri Tembakau Sintetis

BOGOR, INDONEWS — Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap jaringan produsen dan pengedar tembakau sintetis (home industry) yang dijual secara online melalui media sosial ,Kamis (09/07/2020).

Penangkapan ini dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor bersama pihak Bea Cukai Soekarno Hatta, di Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor.

Pengungkapan home industry tembakau sintetis ini berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai dengan adanya peningkatan jumlah kiriman paket yang berisikan bahan kimia dari Belanda. Setelah dilakukan pengujian, diketahui bahwa paket bahan kimia yang dikirim dari Belanda tersebut mengandung bahan narkotika golongan 1, dengan alamat tujuan penerima di Kabupaten Bogor.

Atas hal tersebut Satuan Reserse Narkoba bersama pihak Bea Cukai melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tiga orang Pelaku.

“Saat ini kami telah berhasil menangkap produsen dan pengedar tembakau sintetis. Ini hasil kerjasama dengan pihak Bea Cukai Soekarno Hatta. Tiga orang pelaku kita tangkap, dengan inisial AR (20), MZ (21), dan AI (25). Kami juga mengamankan barang bukti 5 kilogram tembakau sintetis siap edar, 54 gram biang tembakau sintesis yang didapat oleh pelaku dari Belanda yang dipesan secara online, dimana dari 54 gram biang sintesis tersebut dapat menghasilkan narkotika jenis tembakau sintesis siap edar, serta 1 buah kompor gas, 2 buah tabung kecil, 4  botol alkohol, 1 buah alat press, 1 buah timbangan digital, 25 Plastik pembungkus paket tembakau sintesis, dan 5 lembar stiker hologram,” jelas Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 113 ayat (2) dan atau,114 ayat  (2) dan atau 112 ayat (2) UU RI  No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 1 Daftar Narkotika No. urut 88 Permenkes RI No.5 Tahun 2020 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman pidana  minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda pidana minimal Rp1 miliar. (Firman)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook