LTM MWC NU Kecamatan Taman Sari Segera Lahir

BOGOR, INDONEWS — Ketua Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Bogor, H. Agus Riadi berkoordinasi dengan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)  Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor Bogor terkait urgensi terbentuknya LTM MWCNU Taman Sari, Minggu (12/7).

Turut mendampingi, ketua LTMNU malam itu, Ust. Hakiem SUd dan Ust. Indra Handjaya PHD. Bahkan, silaturahmi dari Masjid Darul Muttaqien Taman Sari, dilanjutkan ke kediaman kang ust. Indra, pengurus LTMNU Kabupaten Bogor yang berdomisili di Kecamatan  Taman Sari, yang terletak sekitar 50 meter dari masjid tersebut.

Koordinasi yang saling responsif dan saling memberi dukungan antara pengurus LTMNU Kabupaten Bogor dan pengurus MWCNU Taman Sari mengerucut kepada sosok yang telah dipersiapkan untuk menakhodai LTM Taman Sari. “Insya Allah nanti LTM MWCNU Kecamatan dipimpin Ustaz Muhammad Al-Ayubi,” kata H. Agus.

Dalam kesempatan itu, Ketua LTMNU memberi masukan struktur LTM MWCNU, setidaknya ada ketua dibantu beberapa wakil, sekretaris dan wakilny, serta bendahara dan wakilnya. Lalu ada kordinator dan anggota untuk BBM (Bersih Bersih Masjid) Berkah, Gismas (Gerakan Infaq Shodaqoh untuk Memakmurkan Masjid dan masyarakat sekitar masjid), Komasnu ( Koperasi Masjid seluruh Nusantara). Lainnya, tentatif disesuaikan kondisi setempat (bagian sarana prasarana sarana masjid).

Pewarta memperoleh informasi dari sambutan Ketua LTMNU kabupaten Bogor, bahwa LTMNU merupakan organ organisasi PCNU Kabupaten Bogor yang menjalankan misi dan program PCNU di bidang syiar keagamaan dalam rangka memakmurkan dan menumbuh kembangkan fungsi masjid, mushola. LTMNU memberikan asistensi dan upaya upaya solutif bagi para pengurus Ta’mir Masjid (DKM) yang ada di seantero kabupaten bogor dalam memakmurkan masjid dan pemberdayaan jamaah masjid.

“Ada 7 aksi yang dilaksanakan LTMNU. Ketujuh aksi ini adalah resume dari keinginan jamaah masuk masjid. Diaksentualisasikan dalam doa: Allahumma Inna nas aluka salamatan fid diin-, wa afi’atan fil Jasadi, wa ziyadatan fil ‘ilmi, wa barokah fir Rizqi, wa Taubatan qoblal maut, wa rohmatan indal maut, wa maghfirotan ba’dal maut”. Keinginan para jamaah tersebut, perlu direspon pengurus Ta’mir masjid dan kru LTMNU dengan memberi kenyamanan dan ketenangan jamaah beribadah di masjid. Semakin nyaman para jamaah beribadah di masjid, kunci makmurnya masjid. Pemakmur masjid (rumah Allah) pasti dimuliakan oleh pemilik masjid, yakni Allah SWT,” tambah H. Agus.

Mengingat luasnya cakupan wilayah Kabupaten Bogor, yakni 40 kecamatan, tuturnya, maka sangat diperlukan pengurus LTMNU yang bisa menjangkau dengan rentang kendali yang ideal.

“Idealnya di setiap masjid ada jejaring LTMNU, yakni para muharrik (penggerak) dalam memakmurkan masjid. Sehingga, tak ayal lagi perlu pengurus LTM hingga tingkat ranting NU (di desa) atau bahkan di tiap RW ada yang menjadi pengurus LTMNU. Untuk maksud inilah, Ketua LTMNU dalam beberapa pekan terakhir terus muter dalam rangka koordinasi dengan pengurus NU di berbagai tingkatan bersama-sama membentuk kepengurusan LTMNU,” katanya.

Secara organisasi, LTMNU menjalankan program kerja induknya. Sebagai contoh, PC LTMNU Kabupaten Bogor menjalankan program PCNU kabupaten Bogor. Sehingga, SK PC LTMNU oleh PCNU. Demikian pun tingkatan di atas atau di bawahnya. LTM MWCNU yang meng-SK kan adalah Pengurus MWCNU yang ditandatangani Rois dan Katib Syuriah, Ketua Tanfidziyah dan Sekretaris.

“Hubungan LTM MWCNU dengan PC LTMNU adalah bersifat koordinatif yang mesra, karena banyak penerusan program dari LTM PBNU, LTM PWNU Jawa Barat yang mesti disosialisasikan hingga akar rumput melalui jembatan  LTM PCNU kabupaten Bogor,” sambungnya.

Sebut saja, kata dia, dalam rangka mensukseskan Koperasi Masjid seluruh Nusantara (Komasnu) untuk sampe ke akar rumput multak diciptakan suasana koordinatif yang baik. Komasnu ini, sebagai terobosan untuk menyatukan harokah secara jam’iyah di bidang usaha dengan tujuan mensejahterakan anggotanya dan jamaah sekitar masjid. Boleh di bilang unit  bisnis  berbasis masjid. Atau menjalankan bisnis dijiwai oleh pribadi (person) yang sudah terasah di masjid.

“Ada bagian tugas penting lainnya dalam rangka peran LTMNU agar bisa terasakan pengurus DKM Masjid/Musholla, bahwa LTMNU siap memberi rekomendasi untuk buka rekening bank atas nama masjid. Kami sudah menjalin kerjasama untuk hal ini dengan salah satu bank syariah ternama. Selain itu, kepengurusan Ta’mir masjid/musholla bisa di SK-kan oleh PC LTMNU Kabupaten Bogor bagi yang berafiliasi ke NU, sesuai buku pedoman Muharrik Masjid NU terbitan LTM PBNU hal 93-95. Pengurus DKM tidak usah takut, bahkan suatu saat ini berguna,” pungkas H. Agus. (martua)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook