Pendistribusian BPNT Dinilai Melanggar Pedum, Warga Gunung Sindur Dirugikan

Ilustrasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

BOGOR, INDONEWS – Kegembiraan warga Gunung Sindur, Kabupaten Bogor harus tercederai adanya dugaan pendistiribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang melanggar pedoman umum (pedum).

Masyarakat penerima kartu sembako mellalui BPNT dari kemensos bekerja sama dengan Bank Mandiri bulan April, Mei, Juni sudah didistribusikan. Data Non DTKS warga penerima manfaat (KPM) yang mendominasi adalah warga miskin dan terdampak Covid-19. Pendistribusian sembako tersebut sangat ditunggu dan dinanti masyarakat agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pendistribusian BPNT sejatinya sesuai pedum yang sudah ditentukan dinas sosial. Mekanisme pendistribusian bantuan sembako didampingi oleh TKSK (tenaga kesejateraan sosial kecamatan). TKSK merupakan pendamping dan pemantau program BPNT yang diberi tugas oleh dinas sosial agar pendistribusian sembako sesuai pedum.

Namun miris, ditengah kesulitan ekonomi masyarakat, masih ada aja oknum tidak bertangung jawab memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan saat orang lain sedang dalam kesusahan. Seperti yang terjadi di Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur saat, pendistribusian BPNT terdapat banyak kejanggalan dan diduga tidak sesuai pedum.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kartu ATM Mandiri tersebut diminta oleh Ketua RT dan digesek dulu, setelah itu dirinya diberikan struk yang akan ditukarkan sembako.

“Sembako yang kami terima sudah dipaket dalam satu kantong plastik. Isinya antara lain beras, kacang, jeruk dan telur. Harganya pun kami tidak tahu. Kualitasnya salah satu produknya pun kurang bagus,” ungkapnya.

Sesuai kententuan pedum, KPM berhak memilih e-warong terdekat untuk membelanjakan dana bantuan program sembako tanpa ada paksaa dari pihak manapun. KPM dapat mencari e-warong lain yang menjual barang dengan harga dan kualitas lebih baik, serta dapat menyampaikan keluhan ke perangkat desa atau aparatur kelurahan.

Dengan adanya dugaan kejanggalan tersebut, wartawan mengkonfirmasi Sekcam Gunung Sindur Wawan Suryana S.Sos melalui pesan Whatsapp, namun sampai saat berita ini diterbitkan, ia tidak menjawab alias bungkam. (oloan)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook