Anggota DPRD Kabupaten Bogor Tanggapi Keluhan Soal Belajar Online

Robinton Sitorus

BOGOR, INDONEWS — Sejumlah orangtua siswa mengeluhkan cara belajar daring atau online. Sebab menurutnya, tidak semua orangtua melek teknologi, atau internet. Sehingga justru mereka merasa terbebani dengan cara tersebut.

Keluhan tersebut disampaikan orangtua kepada DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor. Meski tidak ada kaitannya dengan GMPK, namun pihak organisasi yang fokus pada kasus rasuah juga menilai keluhan orangtua harus ditanggapi.

“Kita terima pengaduan melalui pesan Whatsapp bahwa orangtua dibuat pusing dengan cara belajar online anaknya. Mereka juga menuntut dan berharap sekolah berjalan normal, seperti dulu,” ucap Ketua DPD GMPK Kabupaten Bogor, Jonny Sirait, A.Md, di Bogor, Selasa (21/7/2020).

Ketua Komisi 4, Fraksi PDI Perjuangan Muad Khalim

Menanggapi masalah ini, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Robinton Sitorus, SE menyebut bahwa pemerintah sangat memahami kendala masyarakat, terutama anak-anak dalam mengikuti belajar online.

“Apalagi ini hal yang baru ya. Budaya baru bagi kita. Tetapi ini satu satunya pilihan guna menyelamatkan anak-anak kita dari wabah COVID 19, serta memberikan pelayanan pendidikan bagi generasi kita,” ucap Robinton, saat dihubungi, Selasa (21/7/2020).

Poltisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, mengingat penyebaran wabah COVID-19 ini sangat mudah, sehingga sangat rentan terhadap anak-anak, terlebih vaksinnya belum ada.

“Kita semua harus bisa bersabar dan tetap disiplin mengikuti protekoler yang dianjurkan pemerintah. Mudah-mudahan vaksin COVID-19 yang sudah masuk tahap uji klinis bisa segera diproduksi massal,” harapnya.

Ditambahkan, mengenai kendala disiplin yang dihadapi oleh anak-anak, tentunya peran aktif orangtua sangat dibutuhkan.

Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor yang juga dari Fraksi PDI Perjuangan , Muad Khalim menambahkan, belum lama ini sudah ada sosialisasi peraturan bupati (perbub) untuk pendidikan di Kabupaten Bogor.

“Kita ketahui, kemarin ada sosialisasi perbub khusus untuk pendidikan di Kabupaten Bogor. Kalau memang masih zona kuning, bupati tidak mau ambil risiko belajar dengan tatap muka atau masuk sekolah. Kita juga sayang sama anak-anak, makanya tidak dijinkan belajar tatap muka, khawatir masih berkembangnya COVID-19,” ucap Muad. (Aln)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook