Kerumunan Luput dari Pengawasan, PSBB AKB di Kabupaten Bogor Kurang Tegas

BOGOR, INDONEWS — Berdasarkan hasil rapat evaluasi pelaksanaan PSBB, Kabupaten Bogor masih berada di level 3. Namun angka rata-rata penularan sudah menurun pada angka 0,66 sehingga memungkinkan untuk menerapkan PSBB pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) mulai 17 hingga 30 Juli 2020 mendatang.

Menurut hasil kajian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, beberapa sektor telah dilonggarkan dan boleh beroperasi. Tapi ada juga yang tidak boleh beroperasi karena akan mengundang kerumunan serta rentan dengan penyebaran wabah Virus Corona.

Beberapa contoh yang boleh dan tidak boleh diantaranya aktivitas di home stay ditutup, aktivitas wisata alam non air, desa wisata dan konservasi alam atau hewan eks situ, dilaksanakan dengan jam operasional dari jam 06.00-16.00 WIB, dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapaasitas. Aktivitas wisata buatan dan wahana permainan dilaksanakan dengan jam operasional dari jam 06.00-16.00 WIB, dengan jumlah pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas.

Sedangkan aktivitas gym, spa, panti pijat atau refleksi, bioskop, dan karaoke ditutup. Aktivitas di mall dilaksanakan dengan membatasi jam operasional dari jam 10.00-20.00 WIB dan jumlah pengunjung dibatasi maksimal 60 persen dari luas bangunan komersial.

Kemudian aktivitas di pasar rakyat dilaksanakan dengan pembatasan jam operasional dari jam 04.00-16.00 WIB dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas pasar. Aktivitas di area public seperti taman publik ditutup, terminal atau stasiun dilakukan pembatasan jam operasional dan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas gedung, tempat ibadah dapat dilaksanakan dengan menjaga jarak antar jamaah.

Namun sangat disayangkan, di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor ribuan orang memadati jalan Stadion Pakansari dan pasar kaget yang ada di lokasi tersebut. Seolah-olah saat ini tidak terjadi apa-apa dan aturan PSBB yang menyatakan tidak boleh berkerumun dan harus psycal distancing diabaikan. Nyatanya ratusan masyarakat tak mengindahkan hal itu.

Mirisnya lagi, tak ada petugas Satpol PP atau petugas lainnya yang berada di lokasi sehinga hal itu terus berlangsung dan sangat rentan serta berpotensi menjadi pusat penyebaran Wabah Covid-19.

Dengan adanya hal ini awak media mencoba menghubungi Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin selaku pengurus dari Gugus tugas penanganan COVID-19, namun ia tidak menjawab. (bintoro)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook