Orangtua Keluhkan Pungutan PPDB di SMPN 1 Cariu, Disdik Bakal Panggil Kepsek

BOGOR, INDONEWS — Sejumlah orangtua murid mempertanyakan kebijakan yang dikeluarkan pihak SMP Negeri 1 Cariu, Kabupaten Bogor. Orangtua murid menuding jika pihak sekolah tersebut telah melakukan praktik pungutan liar (pungli) dengan dalih menjual sejumlah perlengkapan sekolah dan seragam sekolah saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah orangtua murid mengeluh terhadap kebijakan sekolah yang telah mematok biaya pendaftaran sebesar Rp1.575.000.

Baca Juga: Pungli Marak di Dunia Pendidikan Kabupaten Bogor, Kemana Saber Pungli?

Tak ayal, orangtua menuding Kepala SMP Negeri 1 Cariu, Kabupaten Bogor telah melanggar Pasal 33 Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Juknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pasalnya, SMP Negeri 1 Cariu, Kabupaten Bogor, diduga mengutip uang kaos olahraga dan baju seragam sekolah kepada siswa baru tahun ajaran 2020.

Padahal, pada Pasal 33 Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Juknis PPDB disebutkan, pelaksanaan PPDB pada sekolah yang menerima bantuan operasional sekolah tidak dipungut biaya. Selanjutnya, pendataan ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) tidak dipungut biaya.

Kemudian, sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah dilarang melakukan pungutan dan atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik serta dilarang melakukan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB.

Saat dihubungi melalui WhatsApp, Kabid SMP Kabupaten Bogor Ridwan mengaku akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

“Saya akan panggil kepala sekolah melalui kasi kurikulum untuk klarifikasi hal tersebut,” ungkapnya. (jaya)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook