SPA dan THM Beroperasi di Masa PSBB, Kecamatan Cileungsi Terkesan Tutup Mata

BOGOR, INDONEWS — Berdasarkan hasil rapat evaluasi pelaksanaan, Kabupaten Bogor masih berada dilevel tiga, namun angka rata rata penularan (RT) sudah menurun pada angka 0,66, sehingga memungkinkan untuk menerapkan PSBB pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menuju masyarakat sehat, aman dan produktif yang dimulai sejak 17 Juli hingga 30 Juli 2020.

Berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, beberapa sektor boleh beroperasi namun 50 persen saja kapasitasnya dan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Akan tetapi ada beberapa tempat juga yang tidak boleh beroperasi.

Kabupaten Bogor masih menerapkan PSBB pada masa transisi untuk menuju masyarakat sehat, aman dan produktif sesuai Perbup Nomor 40 Tahun 2020.

Perda ini dibuat untuk ditaati dan dilaksanakan guna memutus mata rantai dan mencegah penyebaran Virus Corona. Hal inilah yang menjadi dasar pemerintah daerah Kabupaten Bogor melarang serta tidak mengizinkan aktivitas gym, spa, panti pijat atau refleksi, bioskop, dan karaoke. Semua ditutup.

Peraturan bupati sudah tertulis jelas dan harus ditaati. Akan tetapi masih banyak yang mengabaikan dan melanggar aturan tersebut, dimana seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah dan kecamatan jika ada yang melanggar serta tidak mengindahkan harus ditindak tegas.

Seperti saat ini di dekat kantor Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dan berdekatan pula dengan pusat perbelanjaan Mall Metropolitan di lokasi ruko dan pertokoan yang masuk wilayah Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Sangat disayangkan ternyata ada beberapa tempat SPA/refleksi dan tempat hiburan malam (THM) yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung berkedok SPA dan panti pijat/refleksi.

Mereka nekad beroperasi lantaran kurang tegasnya teguram pemerintah kecamatan dan desa dalam hal penidakan dan penertiban. Seolah mereka tidak takut dengan wabah serta rentannya penyebaran Virus Corona ditempat tersebut.

Mirisnya lagi, kegiatan tersebut sudah beroperasi lama dan terkesan aparat Sat Pol PP dan kecamatan maupun desa tutup mata. Padahal Sat Pol PP tugas dan fungsinya adalah menertibkan dan menindak bagi yang melanggar perda/perbub.

Terkait maraknya kegiatan tersebut, INDONEWS mengkonfirmasi dan meminta tanggapan Camat Cileungsi, Zainal namun ia tidak menjawab. (Fir)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook