Gismas Menjawab Kebutuhan Musholla

BOGOR, INDONEWS —  Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) meluncurkan produk bernama Gismas, akronim dari Gerakan Infak Sedekah untuk Memakmurkan Masjid/Musholla dan jamaahnya.

Kelahiran Gismas di suatu daerah beragam. Di Kampung Muhara Citeureup, tepatnya Musholla Al Hijrah,  karena pendonor utama kegiatan operasional musholla berpulang ke rahmatullah. Seperti penuturan kang Kyai Zaenal.

“Setelah donatur utama musholla Al Hijrah berpulang ke Rahmatullah, kami pengurus musholla bermusyawarah untuk mencari alternatif sumber pembiayaan operasional Musholla. Kami terbersit fikiran untuk menerapkan celengan Gismas, produk LTMNU untuk disebarkan di rumah para jamaah musholla Al Hijrah,” katanya.

Implementasinya, kata dia, pihaknya minta difasilitasi cara memperoleh kaleng Gismas dari PC LTMNU Kabupaten Bogor. “Sebagai pancingan, kami diberi 15 kaleng Gismas oleh LTMNU. Tambahannya beli kaleng lalu di branding Gismas,” sambungnya.

Ditanya apakah ada semacam asistensi dalam menggerakkan Gismas oleh PC LTMNU Kabupaten Bogor, Kiayi Zaenal spontan menjawan ada. “Kami diarahkan untuk melakukan visitasi on the spot ke Masjid ponpes Al Hidayah Tajur. Di sana, Gismas telah berjalan lancar dengan perolehan tiap bulannya lumayan. Selain jamaah masjid, juga mengikutsertakan pimpinan wilayah RT dan RW terdekat. Kemampuan petugas Gismasnya sudah baik. Rata-rata terkumpul di atas Rp 5 juta per bulannya. Selain itu alokasinya sudah terasakan oleh jamaah masjid, marbot, dan masyarakat yang tertimpa musibah kematian dan lain-lain,” paparnya.

Lalu apa manfaat yang dirasakan dari Gismas? Ia menjawab, ternyata hikmahnya dari Gismas selain sebagai sumber financing musholla juga melahirkan sikap kebersamaan jamaah. Jamaah musholla menjadi semakin peduli. Mereka merasa saling memiliki rasa tanggungjawab untuk memakmurkannya.

“Gismas di musholla Al Hijrah Kampung Muhara Citeureup sudah berjalan selama 7 bulan. Dana terkumpul sebesar Rp24 juta. Rerata tiap bulan nya sebesar Rp 2.500.000,” jelasnya.

Kira-kira dialokasikan untuk apa Dana Gismas? Ia pun menjawab, sesuai kesepakatan dana Gismas untuk mendukung syiar keagamaan semacam PHBI (Peringatan Hari-hari Besar Islam) dan lainnya yang layak. Sehingga, sambung Kiyai, saat PHBI seperti Maulid Nabi sudah ada dana buffer.

“Jadi tidak lagi mengutip iuran untuk PHBI tersebut dari masyarakat. Lainnya untuk membantu jamaah yang memang kondisinya sangat perlu sekali atau urgent,” katanya.

Disinggung terkait mengapa qurban ada dipasang juga Muharrik Gismas? Kiyai menjelaskan bahwa itu kolaborasi pengurus DKM Musholla dan petugas Gismas sebagai panitia Qurban Iedul Adha 1441 H / 2020 M.

“Kebetulan tempat potong hewan Qurbannya di halaman rumah kami,” tutur HM Zaenal Abidin yang sempat menjadi bendahara PCNU Kabupaten Bogor.

“Mulailah menjalankan Gismas. Pasang niat ikhlas. Harokah sungguh-sungguh. Insya Allah berjalan dan ada hasilnya. Kami pun mulanya maju mundur, bagaimana menyampaikannya kepada para jamaah. Namun terus dimotivasi oleh Ketua PC LTMNU Kabupaten Bogor H. Agus Riadi. Akhirnya berani memulai. Bismillah berharokah jalankan dan tumbuh kembangkan Gismas. Anda pun bisa. Buktikan!” pungkasnya. (Martua)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook