Kampung Ramah Lingkungan Desa Gunung Putri, Kini Teduh dan Asri

BOGOR, INDONEWSSalah satu program Desa Gunung Putri adalah menata atau menciptakan lingkungan yang bersih, aman, nyaman dan asri. Saat ini, di berbagai sudut lingkungan RT, RW sudah nampak banyak perubahan. Jika semula terkesan kumuh, sekarang sudah tertata rapi.

“Melalui program atau gerakan Kampung Ramah Lingkungan (KRL), nantinya di semua lingkungan RT/RW akan kita usahakan ada semacam ruang terbuka hijau (RTH),” jelas Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri, Rabu (29/7/2020).

Kepada wartawan Indonews yang mewawancarainya di kantor desa, Damhuri mempersilahkan melihat secara langsung ke lokasi, seperti di RT, 08 yang lokasinya persis di lereng Bukit Gunung Putri sebelah utara.

Di lokasi tersebut, kini tersedia sederet warung jajanan serta dilengkapi dengan ruang terbuka hijau, untuk warga bersantai atau bersilaturahmi. Setiap hari libur, Sabtu dan Minggu, lokasi ini selalu ramai dengan pengunjung (warga sekitar), sehingga menghasilkan nilai tambah sebagai penggerak ekonomi warga dan juga sarana atau area untuk saling berinteraksi.

“Selain di lokasi ini, juga telah dibenahi lingkungan yang bersih di RW 02. Semua ini, tentu karena adanya tekad dan kesungguhan kita untuk memperbaiki kondisi lingkungan Desa Gunung Putri,” tambah Damanhuri.

Dijelaskan, dirinya akan terus memperbaiki kondisi lingkungan yang belum tertata selama ini. Bukan hanya pembangunan fisik atau infrastruktur, tetapi saat ini juga sudah tercipta sifat kegotongroyongan di antara warga, seperti rutinitas kerja bakti.

Selain itu, tutur dia, bahwa sistem keamanan lingkungan (siskamling) sudah dilaksanakan ronda bergiliran dilengkapi dengan pos rondanya.

“Di desa ternyata banyak hal yang perlu dibenahi. Kita mulai dululah dari bawah, sebab lingkungan yang bersih di tingkat bawah, ibarat  etalase terbuka yang semua orang bisa melihat,” jelasnya.

Selain yang sudah dijelaskan, ternyata masih ada lagi yang sedang dikerjakan, yaitu gerakan minat usaha (GMU). Misalnya, terbentuknya kelompok wanita mandiri yang akan mampu berkreaktivitas dalam usaha dagang.

“Contohnya pusat jajanan warga desa. Juga sedang digalakkan atau dibentuk Kelompok Wanita Tani (KWT), yaitu kegiatan ibu-ibu bercocok tanam sayur mayur dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Pokonya , kita usahakan agar semua potensi masyarakat diberdayakan maksimal dalam berbagai sektor,” pungkas Damanhuri.  (Johnner)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook