2 dari 4 Kurir Narkoba Jaringan Sumatera Jawa Diringkus di Bogor

BOGOR, INDONEWS — Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap empat orang diduga kurir narkoba jaringan Sumatera-Jawa. Barang bukti yang disita polisi adalah psikotropika dan obat terlarang (narkoba) jenis ganja serta sabu dalam jumlah ratusan kilogram.

“Jadi ada dua kasus yaitu penangkapan kurir ganja dengan barang bukti 160 kg dan sabu 131 kg,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dalam ekspos kasus di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, Senin 3 Agustus 2020.

Empat kurir narkoba itu ditangkap berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan jajarannya di lapangan. Dua di antara 4 kurir narkoba itu adalah AP alias B dan HG alias B, yang membawa sabu seberat 131 kilogram dan ditangkap di wilayah Cipulir, Jakarta Selatan pada Kamis 30 Juli lalu.

Dua kurir narkoba lain adalah HS dan NK, yang membawa ganja 160 kg. Dua kurir ini ditangkap di wilayah Kota Bogor pada 17 Juli 2020.

Dari pengungkapan kasus ganja, petugas melakukan dua kali penangkapan. Pada penangkapan pertama 14 Juli 2020, petugas menyita 70 kg ganja dari kediaman kedua pelaku HS dan NK di Bogor. Pada penggerebekan kedua, 17 Juli 2020,  di lokasi yang sama didapati 90 kg ganja serta 10 gram sabu.

Penangkapan dua kurir sabu dilakukan 30 Juli saat AP dan HG sedang menunggu orang yang akan mengambil kiriman paket sabu dalam truk di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. “Kedua kurir berada di TKP (tempat kejadian perkara) dan sedang menunggu seseorang yang diperintahkan untuk mengambil truk tersebut,” kata Nana.

Menurut Nana, keempat pelaku menggunakan modus operandi yang sama yakni mengirim narkoba menggunakan jasa pengiriman barang atau kargo dan menggunakan kamuflase untuk menyembunyikan narkoba dari incaran petugas.

Saat ini petugas masih memburu bandar, atau pemasok atau pelaku utama dari pengedaran narkoba jaringan Sumatera-Jawa tersebut. Petugas telah mengantongi identitas pelaku utama pengiriman 131 kg sabu yakni Santi alias Selvi yang masih masuk DPO (daftar pencarian orang) dan masih dalam pengejaran. “Tetapi untuk tersangka utama tetap kita kejar,” kata Nana. ***

Sumber: Tempo

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook