Jembatan Gerendong Diresmikan, Ade Yasin: Jangan Ada Kelebihan Muatan

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin saat meresmikan jembatan Gerendong, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Kamis (13/8/2020).

BOGOR, INDONEWS — Jembatan Gerendong, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat telah selesai dibangun. Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin pun meresmikan jembatan yang menghubungkan Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin dengan Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis (13/8/2020).

Jembatan tersebut dibangun setelah jembatan ambruk akibat diterjang derasnya Sungai Cisadane tahun lalu. Lokasi jembatan baru berada di samping jembatan lama yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Jembatan yang dibangun sejak Januari 2020 ini memiliki panjang 80 meter dan lebar tujuh meter yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 16,5 miliar. Biaya tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2019.

“Di tengah situasi pandemi Covid-19, tidak lantas menghentikan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Hari ini saya meresmikan Jembatan Gerendong baru, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Ciseeng,” jelas Ade Yasin.

Dikatakannya, keberadaan Jembatan Gerendong ini diharapkan dapat menggenjot perekonomian dan pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya juga berpesan agar jembatan ini dijaga bersama. Jangan sampai ada kelebihan muatan atau tonase,” ujar Ade.

Lebih jauh dijelaskan, Kecamatan Rumpin merupakan kawasan strategis karena berbatasan langsung dengan Tangerang Selatan dan Banten serta memiliki akses tol yang mudah menuju bandara.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, rencana pembentukan Kabupaten Bogor Barat sudah sejak lama diusulkan. Mengingat jumlah penduduk yang besar, yakni 5,9 juta jiwa, maka pemekaran wilayah Bogor Barat sebuah keharusan dan dengan beberapa pertimbangan pendukung, Kecamatan Rumpin ini layak dijadikan Ibukota Bogor Barat nantinya,” sebut dia.

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin.

Bupati Ade mengatakan, pembangunan jembatan merupakan prioritas karena mendukung mobilitas warga antarwilayah. Meski begitu, pihaknya tidak melupakan pembangunan di sektor lain yang juga diperhatikan.

“Tetep ada prioritas harus dibangun. Jadi tetap bisa membangun sekolah, kesehatan juga terbantu, kita masih bangun rumah sakit isolasi dan kebutuhan terpenuhi,” kata Ade.

Ade menyebut, selain jembatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga fokus memperbaiki jalanan yang rusak. Apalagi, curah hujan yang mulai tinggi membuat banyak jalan rusak, dan itu jelas menggangu masyarakat yang bepergian dengan kendaraan. Pihaknya memang memiliki prioritas terkait pembangunan infrastruktur.

“Proyek jalan selain jembatan, jalan di Kabupaten Bogor banyak yang rusak. Sehingga kita tetap tidak meninggalkan jalan. Lalu perbaikan sekolah rusak tetap kita kerjakan. Khawatir kondisi normal anak-anak masuk sekolah lagi, tapi sekolahnya rusak jadi tetep jadi prioritas kami,” ucap Ade. (red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook