Satu Kampung di Cianjur Diserang Wabah Chikungunya

CIANJUR, INDONEWS – Puluhan warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami gejala mual, pusing, demam dan panas tinggi serta nyeri di persendian akibat terjangkit chikungunya.

Wabah tersebut melanda Kampung Cilumping RW 02, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, sejak dua pekan lalu.

Ketua RW setempat, Ahmad Kosasih menyebutkan, penyakit chikungunya awalnya menyerang seorang warga setempat, kemudian terus bertambah jumlahnya dalam dua pekan terakhir.

“Saat ini yang terdata sudah 40 orang, termasuk saya. Saya juga kena ini, badan masih sakit dan ngilu serta kepala pusing,” kata Kosasih dikutip dari Kompas.com, Jumat (14/8/2020).

Kosasih mengaku, kondisinya saat ini semakin membaik. Sebelumnya, selama hampir sepekan ia nyaris tergolek tak berdaya di atas tempat tidurnya.

“Apalagi setiap bangun tidur, tangan dan kaki sulit digerakkan, sakit dan ngilu. Tapi, sekarang Alhamdulilah agak mendingan setelah diobati dari puskesmas,” ujar dia.

Kondisi serupa dirasakan Ujang (45). Ia bahkan mengaku sampai harus merangkak ke kamar mandi karena badannya tak bisa digerakkan akibat persendian ngilu dan sakit.

“Kalau sudah kambuh benar-benar sakit, tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya.

Ujang menyebutkan, semua anggota keluarganya ikut terjangkit, kendati kondisinya terus membaik. “Tinggal orangtua saya yang kondisinya masih lemas dan badannya belum bisa bergerak leluasa. Kalau saya alhamdulilah agak mendingan,” ujar dia.

Diberitakam sebelumnya, puluhan warga Kampung Cilumping, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terjangkit chikungunya. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk itu mengakibatkan warga mengalami gejala pusing, mual, demam tinggi dan nyeri persendian.

Wabah Chikungunya menjangkiti mereka sejak dua pekan lalu. Pihak puskesmas setempat telah terjun ke lapangan untuk memberikan penanganan medis. Sementara perangkat desa dan kecamatan berencana akan melakukan fogging esok hari di wilayah yang terjangkit penyakit yang dibawa oleh nyamuk tersebut. ***

Sumber: kompas
Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook