PDI Perjuangan Kab. Bogor di Upacara HUT RI: Ancaman bagi Kelangsungan NKRI Harus Dilawan

BOGOR, INDONEWS,– Meskipun ditengah keterbatasan akibat Pandemi Virus Corona, upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia atau HUT ke-75 RI yang dilaksanakan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor tetap berjalan khidmat.

Upacara yang dilangsungkan di secretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman 45, Cibinong itu dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, HR. Bayu Syahjohan.

Dalam amanatnya, ia meminta seluruh kader banteng untuk semakin mencintai Republik Indonesia sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa.

“Pancasila yang menjadi ideologi bangsa harus kita jaga dan rawat. Perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan RI dari tangan penjajah harus bisa kita maknai dan kita isi dengan hal positif. Meski kita kader politik, namun tak harus membuat kita fokus pada politik, melainkan mendukung program pemerintan dalam membangun Negara, untuk Indonesia maju,” kata Bayu.

Dikatakan Bayu, Indonesia memiliki suku bangsa, budaya dan keyakinan agama yang berbeda, sehingga tak jarang perbedaan tersebut menimbulkan gesekan. Namun, kata dia, sudah saatnya perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk membangun negeri lebih baik lagi.

“Kita ini tetap saudara. Sebangsa dan setanah air. Perbedaan tersebut sebenarnya kekuatan bagi kita, sehingga persatuan dan kesatuan harus semakin diperkuat, semangat gotong royong juga harus kita gelorakan. Itulah kita, itulah Indonesia. Bangsa yang besar,” ujar Bayu.

Bayu lantas mengutip pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bahwa saat ini rakyat Indonesia telah menikmati arti kemerdekaan. “Kita meraihnya dengan perjuangan. Kita tahu arti kemajuan, karena kita menapakinya melalui ujian dan tantangan,” ucap Bayu menirukan ucapan Presiden Jokowi pada akun @Jokowi, dalam unggahannya pada 17 Agustus 2020.

Bayu melanjutkan pernyataan Presiden Jokowi yang menuliskan bila bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan diraih berkat perjuangan rakyatnya.

“Meskipun dirayakan di tengah pandemi Covid-19, pak Presiden menilai hal ini tak mengurangi esensi dan semangat rakyatnya untuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Berkat hal tersebut, Presiden pun yakin bangsa Indonesia bisa menghadapi segala tantangan yang hadir untuk bangkit dari keterpurukan bangsa Indonesia tahun ini. Kita juga sebagai kader PDI Perjuangan harus yakin akan hal itu,” jelas Bayu.

Bayu mengingatkan bahwa saat ini mulai terjadi gejala memudarnya semangat nasionalisme, patriotisme dan persaudaraan antar warga bangsa, sehingga hal itu harus segera diperbaiki.

“Ingat, kemerdekaan Indonesia dicapai atas ikhtiar bersama seluruh rakyat Indonesia yang ingin hidup bebas merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan. Maka saya mengajak semua pihak khususnya tokoh agama, elit politik dan tokoh masyarakat menjadi teladan dan pelopor dalam mencari solusi dalam situasi krisis, bukan sebaliknya manfaatkan krisis untuk mencari popularitas politik. Sehingga kemerdekaan bisa dinikmati dan dirasakan seluruh rakyat,” paparnya.

“Kemerdekaan Indonesia harus dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan, dan agama. Kita perangi gejala memudarnya semangat nasionalisme dan persaudaraan tersebut. Hindari sikap individualistik dan perilaku eksklusif kelompok yang mengusung tema primordialisme,” tambanya.

Selain itu, sikap permisif masyarakat terhadap paham radikal yang menentang Pancasila dan simbol-sombol negara dengan dalih agama juga ikut mulai muncul dan harus terus diperangi.

“Semua yang menjadi ancaman bagi kelangsungan NKRI dan Pancasila harus kita lawan. Perilaku koruptif, kolutif, penyebaran hoaks, fitnah, ujaran kebencian, dan perilaku menyimpang lainnya harus kita lawan. Mari kita mengucap rasa syukur agar bangsa Indonesia tetap dilindungi dan diberi kekuatan dalam menghadapi berbagai musibah, ujian, dan cobaan di masa pandemi Covid-19 ini. Termasuk untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan mengokohkan konsensus nasional bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila,” tandasnya. (bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook