Soal Kasus Iriyanto, Pengacara Sebut PN Tipikor Bandung Lakukan Penahanan Illegal

Pengacara Iriyanto saat memberikan keterangan pers di PN Bandung, Senin (24/8/2020).

BANDUNG, INDONEWS,– Sidang kasus suap mantan Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Iriyanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Bandung, Senin (24/8/2020) diwarnai aksi protes pengacara terdakwa.

Pasalnya, surat perpanjangan penahanan terdakwa belum diterima pihak pengacara dan terdakwa. Sedangkan majelis hakim mengeluarkan surat putusan perpanjangan penahanan terdakwa yang ditandatangai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung tertanggal 4 Agustus 2020.

Menurut Hakim di persidangan, surat tersebut sudah dikirim melalui email. Namun pihak pengacara atau terdakwa mengaku tidak pernah menerima surat tersebut.

Pengacara Iriyanto saat memberikan keterangan pers di PN Bandung, Senin (24/8/2020).

 

Pengacara Iriyanto saat memberikan keterangan pers di PN Bandung, Senin (24/8/2020).

Pengacara Iriyanto Dinalara Butar-butar menyebut hakim telah melakukan pelanggaran serius karena 13 hari terdakwa ditahan, namun pihaknya tidak menerima surat penahanan tersebut.

“Katanya dikirim melalui email. Apa mungkin orang dipenjara dikasih fasilitas untuk buka email. Ini gak masuk akal. Jadi surat perpanjangan penahanan hanya dimiliki majelis hakim. Ini pelanggar serius, melanggar hak azasi manusia (HAM). Orang ditahan lebih dari sejam saja suduah melanggar, apalagi ini sudah 13 hari,” ujar Dina, di PN Bandung, Senin.

Selain itu, tambah Dina, pihak PN Bandung telah melanggar peraturan menteri kehakiman.

“Mereka melanggar. Lembaganya mereka juga yang dilanggar. Dan soal kasus pak Iriyanto ini, Pengadilan Negeri Tipikor Bandung telah melakukan penahanan illegal,” tandasnya. (Bon/Bintoro)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook