Biaya Pengobatan Anak Penderita Hidrocefalus Ditanggung Wabup Sumedang

Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan saat mengunjungi R. Guntur Pratama, penderita Hidrocefalus.

SUMEDANG, INDONEWS – Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan menyatakan siap menanggung biaya pengobatan anak penderita Hidrocefalus bernama R. Guntur Pratama (7).

Kesiapan Wabup disampaikan saat ia mengunjungi Guntur di kediamannya, Lingkungan Anggapraja, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Rabu (26/8/2020).

Dengan didampingi Camat Sumedang Selatan Syarief Effendi Badar, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinsos P3A, dan Tim Sumedang Simpati Quick Respons (SSQR), Wabup memberikan bantuan berupa uang dan Sembako dari pribadinya, Baznas Sumedang, Dinsos P3A, Dinkes, dan SSQR kepada keluarga Guntur.

Guntur merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Tessa Putri Rahmawati dan Agus Ginanjar yang saat ini tinggal bersama bibinya bernama Desi.

Guntur menderita Hidrocefalus sejak usia 4 bulan dan keadaannya semakin bertambah parah sampai saat ini.

“Sudah delapan kali dirawat di rumah sakit. Terakhir dirawat tanggal 8 Maret 2020 dengan biaya ditanggung oleh RSUD melalui BPJS,” ujar Desi.

Wakil Bupati Erwan Setiawan memerintahkan kepada pihak terkait agar menangani kesehatan Guntur secara baik dan konsisten.

“Guntur harus benar-benar mendapatkan penanganan kesehatan secara khusus. Tentu dengan dokter terbaik yang dapat menangani Hidrosefalus ini,” ucapnya.

Dikatakan Erwan, pihaknya akan memberikan usaha maksimal untuk kesembuhan penyakit Guntur.

“Mudah-mudahan dengan usaha kita yang maksimal penyakit Guntur dapat segera tertangani,” ujarnya.

Jangan Dipersulit

Erwan menegaskan, jika ditemukan kembali kasus-kasus seperti ini pihak terkait harus lebih responsif.

“Ke depan jangan jadi sulit karena masalah administrasi. Ini bisa kita laksanakan sambil berjalan.  Demi kemanusiaan, siapapun yang perlu kita tolong, harus ditolong,” tuturnya.

Putra tokoh masyarakat Jawa Barat H. Umuh Muchtar itu berharap, pihak kecamatan, kelurahan, RT dan RW harus lebih proaktif membantu secara administrasi dan jangan sampai terjdi pembiaran kasus kemanusiaan kepada warganya.

“Pemerintah tidak ingin (terdahului) mendengar dari media sosial. Kita ingin mendapat laporan langsung dari pihak bawah (RT/RW). Kita harus proaktif,” tegasnya.

Terakhir dia mengatakan, pemerintah akan menyisir masyarakat Sumedang yang memerlukan bantuan.

“Untuk Guntur saya akan menanggung biaya pengobatan sampai penyakitnya sembuh,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut dia juga mengunjungi penderita Hidrosefalus lainnya, yakni bayi bernama Andien Saputri berumur 12 bulan.

Andhin merupakan anak ke-3 dari pasangan suami istri Dadan Kardani (51) dan Yuli Istianah (26) yang saat ini tinggal di Lingkungan Palasari RT 01 RW 14 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan.

Menurut Yuli, Andhin didiagnosa menderita Hidrocefalus sejak masih dalam kandungan akibat ketika mengandung 5 bulan sempat terjatuh di sungai di daerah Brebes dan dari hasil USG diketahui ada benturan di kepala janin sehingga mengakibatkan retak.

“Saya melahirkan normal di UPTD Puskesmas Kotakaler. Namun menginjak usia 3 bulan terdapat kejanggalan, kepalanya semakin membesar. Menginjak usia 12 bulan pun berat badannya hanya 5 kilogram,” ujarnya.

Dikatakan, Andhin pernah menjalani perawatan dua minggu di RSUD Sumedang dan pada Februari 2020 sudah dilakukan operasi di RSUD Sumedang untuk pemasangan selang cairan otak.

“Sebelum operasi ukuran lingkar kepala Andhin 54 Cm dan sesudah operasi menjadi 46 Cm,” ucapnya.

Sebagaimana halnya Guntur, Andhin juga akan ditanggung biaya pengobatannya oleh Wakil Bupati. (rex)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook