Rakor dan Pelantikan Pengurus LTM MWCNU di Taman Sari

BOGOR, INDONEWS – Bertempat di Saung Kadeudeuh, kediaman Ustaz Jaya (Indra Hanjaya), digelar rapat koordinasi LTMNU, Sabtu 4 September 2020. Acara dihadiri Ketua PC LTMNU Kabupaten Bogor, H. Agus Riadi didampingi Bendahara, H. Mukhlissani, SE dan Wakil Ketua, KH. Maryadi MA.

Malam itu, H. Agus dan Mukhlissani memboyong serta istri masing-masing plus anak-anak. Ini rakor plus, kata Ketua PC LTMNU Kabupaten Bogor tersebut.

“Ini malam Minggu, rakor sekalian refresing beserta keluarga di daerah sejuk Taman Sari. Kita tetap konsentrasi, dalam arti terpisah. Ibu-ibu bercengkrama sesama ibu-ibu, ya sekalian silaturahmi keluarga pengurus LTMNU,” katanya.

Sesuai agenda rakor, malam itu dibahas tuntas mulai ba’da Isya tak terasa hingga pukul 00.00 wib. Hadir dalam kesatuan tersebut, Ketua MWCNU Kecamatan Taman Sari, KH. Ade Muhamad Khaidar beserta jajaran pengurus. Hadir pula Ketua RW 01, Ketua DKM Masjid Al Muttaqin, ustaz Ayub, ustaz Endih, Ketua DMI Taman Sari, Ustaz My Maryono, Ustaz Bagja Nugraha, Ustaz Azis, dan jamaah lainnya.

Agenda pertama, pelantikan dan pembaiatan pengurus LTM MWCNU Taman Sari, Ust. Al Ayubi dkk oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Taman Sari, KH. Ahmad Khaedar, disaksikan pengurus PC LTMNU Kabupaten Bogor dan jamaah.

“Alhamdulillah secara faktual, Ltm MWCNU Taman Sari telah resmi dilantik, tinggal dinanti harokah ya, karena sudah ditunggu umat,” harap KH. Haedar pada acara Rapat Koordinasi dan Pelantikan Pengurus LTM MWCNU di Taman Sari.

Agenda berikutnya, langsung rakor LTMNU, sekalian pembekalan terhadap pengurus LTM MWCNU Taman Sari. Tugas terdekat adalah menjalin ukhuwah dengan para pengurus DKM, sekaligus pendataan masjid, musholla berikut jamaahnya.

Dari 8 Desa yang ada di Kecamatan Taman Sari, setidaknya minimal masing-masing terdata 100 masjid dan musholla berikut 1000 jamaah pada akhir kuartal keempat 2020. Kang Bagja Nugraha, ikut memberi masukan teknik dan trik melakukan pendataan berikut questioner yang relevan.

“Saya ikut memberi saran untuk teknis pendataan masjid, musholla sambil menunjukkan daftar questioner dan menuliskan langkah-langkahnya di papan tulis yang sudah disediakan,” katanya.

Agenda berikutnya, sosialisasi Koperasi Masjid Seluruh Nusantara (Komasnu). Koperasi primer konsumen terpusat berbasis syariah yang didirikan PBNU dan dikelola oleh jejaring Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama. Termasuk keberadaan Komasnu di kabupaten Bogor.

Komasnu bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan jamaah masjid sebagai pangsa pasarnya. Pengurus NU, apalagi pengurus LTM dalam berbagai jenjang mutlak ikut menjadi anggota Komasnu. Keikutsertaan sertakan pengurus NU didasari niat turut mensyiarkan misi dalam pemberdayaan umat dari sudut perekonomian. Jika ini yang mengemuka,  maka target perekrutan anggota Komasnu Bogor seribu orang dengan kapal usai Satu milyar segera terwujud.

“Unsur pertimbangan untuk rugi untuk ikut Komasnu selaiknya menjadi pertimbangan nomor kesekian. Masa iya sih kita lebih percaya kepada bisnis yang didirikan orang lain, bahkan cenderung menjadi motor penggerak marketingnya, dibanding yang didirikan pimpinan kita, PBNU,” kata H. Agus diiyakan Ketua Komasnu Bogor.

Komasnu mengajak anggota jamaah masjid individual non pelaku bisnis atau hanya konsumen,  juga anggota yang memiliki bisnis atau produsen produk yang nantinya bisa dijajakan dalam flat form business Komasnu.

Misal, pemilik warung, produsen makanan minuman, hasil pertanian, hasil perikanan dan lain-lain. Tentunya, jumlah item barang sebagaimana laiknya toko phisik dan dikombinasi dengan toko digital on line.

Untuk aktualisasi peran LTMNU terasakan di tengah-tengah masyarakat jamaah masjid, H. Mukhlissani mengusulkan mengadakan subuh keliling LTMNU per zona, namun pelaksanaannya serentak di waktu yang sama.

“Kita perlu menggulirkan program subuh gabungan yang dikelola oleh para pengurus LTMNU,” papar bendahara PC LTMNU kabupaten tersebut.

“Bagus itu subuh keliling untuk menjalin keakraban dan memperluas silaturahmi serta menyapa jamaah masjid sekaligus care terhadap masjid. Kemasan kontennya bisa diawali dengan istighotsah dengan susunan bacaan yang telah diwariskan oleh para kyai kita,” timpal KH. Maryudi MA, wakil Ketua PC LTMNU Kabupaten Bogor.

“Setiap kita, kumpul harus diawali dengan istighotsah, untuk memohon keberkahan dan keridhoan Allah, termasuk hari ini. Alhamdulillah tadi kita telah melaksanakannya sebelum rakor,” sambungnya.

Agenda yang dituntaskan malam itu adalah pembentukan panitia rencana program pelatihan “Training of Trainer (ToT) Muharrik Masjid LTMNU Kabupaten Bogor. Pelaksanaannya di Minggu pertama bulan Desember 2020. Antara tanggal 4, 5, 6 Desember.

Kemufakatan hasil musyawarah, menunjuk Ust. Indra Hanjaya PHD(c) sebagai Ketua pelaksana (OC) dan sekretarisnya Ust. Bagja Nugraha, SE serta Bendahara H. Mukhlissani, SE. Humas dan Akur acara adalah  Dr. Faqih, MPd, Dokumentasi dan Publikasi adalah Ust. Abdul Hakim Hasan, SUd dan Pendanaan dikoirdinasikan oleh drh. Muhammad Dwi Satriyo. Sedangkan untuk Umum logistik oleh Ust. Jujun Junaedi Abdullah.

Konsep ToT

Kerjasama LTMNU  dengan konsultan manajemen SDM berpengalaman dan berkinerja baik. “Jadi out put dan out come dari ToT ini adalah kader Muharrik Masjid LTMNU dengan bekal ilmu pengetahuan komprehensif. Nantinya, peserta ToT berhak menyandang sertifikat dari LTM PBNU dan dari lembaga konsultan SDM professional. Eksistensinya diakreditasi dan bisa menjadi trainer di wilayahnya pada jenis pelatihan Muharrik masjid lokal,” jelas H. Agus Riadi. (Martua)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook