Bulog dan Disperindag Jamin Beras Bansos tak Jelek Lagi

Penyaluran bansos beras. Penyaluran di Kecamatan Dramaga ini menjadi yang terakhir basos tahap kedua

BOGOR, INDONEWS – Bantuan sosial (bansos) berupa beras dari Bupati Bogor hingga saat ini telah disalurkan sebesar 98 persen kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor, Nuradi memprediksi penyaluran bansos berupa beras dari Bulog itu tuntas hari ini, Kamis (10/9/2020).

Nuradi mengungkapkan, Disperindag bersama Perum Bulog Sub Divre Cianjur telah menjamin kualitas bansos yang disalurkan kepada masyarakat di tahap kedua ini dan tahap selanjutnya, ketiga.

“Kami bersama pihak Bulog mencoba untuk memperbaiki kualitas bantuan. Di tahap kedua ini keluarga terdampak covid-19 bisa menikmati beras ini. Kualitasnya baik dan tidak ada lagi yang complain. Sedangkan untuk jumlahnya, yakni 30 kilogram per keluarga. Mudah-mudahan ini bermanfaat,” ucap Nuradi saat melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) bansos di kantor Kecamatan Dramaga, Kamis (10/9).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor, Nuradi

Dikatakan, saat ini pihaknya telah membuka layanan pengaduan online untuk mengadukan jika nanti ada warga atau siapapun menemukan beras berkualitas buruk.

“Nanti kita juga akan menyalurkan bantuan tahap ketiga, waktunya kita belum tahu pasti. Namun jika nanti ada pengaduan, kita sudah siapkan layanannya, secara online ya,” tandas Nuradi.

Ditempat yang sama, Kepala Perum Bulog Sub Divre Cianjur, Rahmatulah menambahkan, sebanyak 245 ton beras akan disalurkan di kecamatan terakhir, yakni Dramaga. Kecamatan tersebut sekaligus menjadi penutup dari proses distribusi ke 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

“Hari ini adalah penyaluran terakhir bansos beras tahap kedua dari Kabupaten Bogor. Seperti amanah dan arahan dari Bupati Bogor pada penyaluran bansos beras tahap pertama, maka di tahap kedua ini kami sudah mengevaluasi secara maksimal,” ujar Rahmat.

Ia juga menegaskan, saat ini sudah ada hotline pengaduan terkait beras bansos. Namun sampai saat ini, lanjutnya, tidak ada pengaduan dari masyarakat terkait kualitas beras bansos.

“Harapan kami, bansos tahap kedua ini menjadi contoh untuk bansos tahap ketiga yang jumlahnya sama, yaitu 6000 ton. Kami juga membutuhkan partisipatif dari teman-teman wartawan, LSM dan lainnya apabila menemukan kualitas bansos yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Silahkan informasikan ke hotline agar bisa kami tindaklanjuti,” ujar Rahmat.

Ia juga tidak memungkiri peranan LSM sebagai pemantau penyaluran bansos. “Peranan LSM sangat penting ya. Kami bisa mendengarkan masukan dan saran dari teman-teman,” ujarnya.

Rahmat berjanji, untuk bansos tahap ketiga pihaknya akan memberikan kualitas beras terbaik sesuai dengan harapan semua.

“Kita tentunya sudah terus menerus melakukan perbaikan kualitas beras, di antaranya beras yang diambil dari masyarakat Jawa Barat, kualitasnya bagus,” pungkas Rahmat.

Sementara itu, Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor Jonny Sirait, A.Md meminta pihak Disperindag dan Perum Bulog Sub Divre Cianjur untuk konsisten dalam menjamin kualitas bansos, serta memberikan perhatian khusus bagi masyarakat penerimanya.

“Kita tahu, Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah memastikan bahwa stok beras untuk bansos bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) aman. Beras ini akan disalurkan pada September dan Oktober. Para penerima manfaat PKH akan mendapatkan beras total 15 kilogram per bulan, mulai Agustus, September, Oktober. Namun beras baru disalurkan pada bulan ini, sehingga diakumulasi menjadi 30 kilogram. Nah haparan kita beras bansos ini selain stoknya aman, tentu kualitas (beras) juga baik. Tidak ada lagi warga yang mengeluh bau, kotor dan lainnya,” ujar Jonny.

Ketua DPD GMPK Kabupaten Bogor Jonny Sirait, A.Md.

Jonny menambahkan, GMPK Kabupaten Bogor menyampaikan terima kasih kepada Pemda Bogor atas perhatiannya kepada masyarakat.

“Pada tahap pertama ada beberapa pengiriman yang kurang layak konsumsi, tapi di tahap kedua dari pantauan kami di 39 kecamatan di Kabupaten Bogor sudah baik, tidak ada lagi yang mengeluh. Dan hari ini, adalah yang terakhir di Kecamatan Dramaga. Ini juga sudah sesuai dengan harapan pemda maupun masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkap dia.

Kendati demikian, ia berharap pada penyaluran bansos tahap ketiga, semua pihak tetap bisa menjaga kualitas maupun waktu pengiriman bantuan tersebut.

“Bansos beras merupakan salah satu program Jaring Pengaman Sosial (JPS), dalam rangka mengatasi persoalan yang timbul akibat pandemi corona. Ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM PKH, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan. Semoga semua berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook