Seolah Menyimpan Bangkai, Kepala DPKPP Kabupaten Bogor Tertutup

BOGOR, INDONEWS – Seorang pejabat publik sejatinya siap siaga dalam melayani masyarakat atau siapapun yang memiliki kepentingan dengannya. Sebab, ia digaji negara untuk bisa melayani, bukan hanya ingin dilayani.

Demikian disampaikan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Bogor J. Simajuntak yang mengaku kecewa atas sikap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Juanda Dimansyah.

“Entah ada apa. Namun berulangkali kita coba temui dia susah sekali. Kami bersama wartawan pun sangat-sangat sulit menemui pejabat satu ini. Entah ada bangkai apa di dalam sehingga dia (kepala dinas, red) lihai bersembunyi,” ujar Simajuntak yang juga aktif di organisasi kemasyarakatan itu, Sabtu (12/9/2020).

Diketahui, sejumlah wartawan juga ingin menemui Juanda guna mengkonfirmasi terkait adanya salah satu mantan pejabat DPKPP yang tersandung kasus hukum, yakni terjaring operasi tangkap tangan (OTT) kepolisian.

Sudah beberapa kali, wartawan dan anggota LSM/Ormas mencoba menemui Juanda untuk mengkonfirmasi kasus OTT tersebut, namun hingga berita ini diturunkan Juanda bersikukuh ogah menemui wartawan, sehingga memunculkan pertanyaan besar, mengapa dia menghindar dari wartawan.

“Apakah Juanda terlibat juga dalam kasus hukum? Apakah dia pejabat yang hanya mengandalkan gaji, tanpa memperdulikan dirinya sebagai publik figur? Kita enggak tahu, orang dia susah ditemui,” ujar Simatuntak.

Dia menuturkan, semenjak mencuatnya kasus mantan Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor berinisial Ir yang terjaring OTT dan saat ini sudah memasuki persidangan, banyak wartawan yang ingin menemui untuk mewawancarai Juanda sebagai orang nomor satu di dinas tersebut. Namun dengan sejuta alasan Juanda pun belum berhasil ditemui.

“Benar kang, saya juga dapat tugas dari kantor untuk mewawancarai dia, tapi susah. Licin bagai belut, sembunyi bagai penjahat. Entah ada apa dengan pak kadis ini. Seolah ada yang disembunyikan. Kayak ada bangkai nih di dalan” cetus salah satu wartawan media online Jabar Kapayun, B. Hermawan, menyambung ungkapan J. Simajuntak.

Salah satu wartawan media online lainnya juga mengaku telah meminta untuk dipertemukan dengan Juanda dengan cara dijembatani ajudannya yang bernama Irman, namun ia pun tidak bisa memastikan kapan untuk bisa bertemu Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah.

Menanggapi sulit ditemuinya sosok pejabat pemerintahan daerah, Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait angkat bicara. Ia mengaku telah turun langsung ke kantor DPKPP Kabupaten Bogor untuk menemui kadis Juanda, namun ia pun mengakui kelicinan seorang Juanda.

“Jadi bukan apa-apa, pejabat sulit ditemui itu sangat disayangkan. Dia kan diangkat jadi pejabat untuk melayani, bukan bersembunyi. Lalu buat apa dia digaji negara kalau tidak mau melayani,” ujar Jonny.

Jonny berharap, Juanda bisa terbuka dengan kedatangan tamu dari siapapun termasuk wartawan. Sebab, wartawan memiliki tugas yang dilindungi undang-undang, serta sebagai kontrol sosial.

“Dalam konteks ini, wartawan ingin menginformasikan kepada masyarakat, bagaimana pernyataan Kepala DPKPP Kabupaten Bogor atas adanya salah satu pegawainya yang tersandung kasus hukum. Namun kita sayangkan pejabat satu ini sulit ditemui,” pungkasnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook