Aktivis: Desa Sukajaya dan Kecamatan Jonggol tak Becus Urusi Surat?

Ilustrasi

BOGOR, INDONEWS – Pemerintah desa dan kecamatan sejatinya sudah terbiasa dalam hal administrasi, termasuk dalam menyelesaikan surat menyurat. Namun Desa Sirnagalih dan Kecamatan Jonggol dinilai tak becus mengurusi surat secara efisien.

Demikian disampaikan Ketua LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait saat menyampaikan surat konfirmasi kedua lembaga pemerintahan tersebut.

“Kami menyampaikan surat permohonan klarifikasi terkait pelaksanaan pembangunan betonisasi jalan Desa Sukajaya senilai ratusan juta rupiah yang bersumber dari dana desa tahun 2020. Namun untuk mengirim dan mendapat surat balasan, kami dilempar sana-sini,” ungkap Jonny, Senin (14/9/2020).

Bahkan ironisnya, sambung dia, Desa Sukajaya membalas surat klarifikasi tersebut dengan tulisan tangan. Sehingga, imbuh Sonjaya, hal itu menggambarkan tidak hormatnya pihak desa dengan kinerja LSM maupun wartawan.

“Memang jawaban itu kami sangat hargai meski dengan bentuk tulisan tangan. Tetapi kan semua ada etikanya. Ini kami lihat kurang respect lah ya. Tidak sopan,” ujarnya.

“Kita juga heran mengapa mengirim surat harus lewat kecamatan dulu. Juga balasan pihak desa kenapa sampai tulisan tangan. Jawaban tersebut pun memang sudah ada sama kita, tapi anehnya kita ambil balasan surat kita harus ke kecamatan,” sambungnya.

Jonny menuturkan, menurut Sekretaris Desa Sukajaya surat balasan untuk LSM GMPK sudah dibuat tanggal 11 dan ditunjukan langsung ke GMPK.

“Cuma menurut pengakuan sekdes, setelah surat tersebut dibuat pihaknya berkoordinasi dengan pihak kecamatan melalui Kasi Ekbang Tince. Lalu, Tince meminta surat tersebut, dan ia mengatakan nanti pihak kecamatan yang akan memberikan jawaban atas konfirmasi dari GMPK,” tambah dia.

“Lantas saya juga diperintahkan untuk meminta surat balasan kepada desa. Kan kesannya kita dipersulit, dilempar sana-sini. Apakah manajemen persuratan di desa memang seperti itu? Yang jelas ini sangat rumit,” ujarnya.

Dalam surat balasan tersebut, Jonny menerangkan, terkait pembangunan betonisasi di Desa Sukajaya, terutama di lokasi Kp. Mengker RT 003, RW 002 pihak desa terkendala karena pembangunan betonisasi bertepatan dengan musim kemarau, sehingga kesulitan penyediaan air dan suhu udara yang jauh lebih panas dari biasanya sangat berpengaruh terhadap hasil betonisasi.

“Mereka juga mengakui proyek itu sempat terhenti akibat kesalahpahaman antara pemdes dan warga pemilik lintasan jalan. Namun, semua katanya sudah diselesaikan secara musyawarah,” ungkapnya.

Kendati demikian, tambahnya, GMPK sangat menghormati jawaban tersebut dan akan segera dikaji dan ditindaklanjuti kembali.

“Kami mewakili masyarakat sesuai tufoksi kami akan terus menjalankan tugas mengontrol pembangunan dengan uang rakyat agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (jaya)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook