Ironis, Bangunan Illegal Dibiarkan Bediri di Lahan Jasa Marga

Sejumlah bangunan diduga illegal yang berdiri di lahan milik pemerintah.

BOGOR, INDONEWS – Ironis, sejumlah bangunan diduga tanpa izin alias illegal selama puluhan tahun berdiri di lahan milik Jasa Marga di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Lahan tersebut nyaris dipakai siapa saja yang melakukan usaha perdagangan dan lain sebagainya. Namun, menurut keterangan yang dihimpun, hingga saat ini tidak ada tindakan dari pihak berkompeten, termasuk Camat Citeureup.

Menurut keterangan tertulis pihak jasa marga, lahan teresbut adalah tanah jalan tol milik pemerintah dalam hal ini kementerian PUPR yang dikelolakan kepada PT Jasa Marga (persero) Tbk dalam rangka pengelolaan jalan tol Jagorawi.

Dikonfirmasi INDONEWS, Boni salah satu pemilik Restoran Rasa Sayang mengaku memiliki perjanjian pakai lahan dengan pihak jasa marga.

“Saya ada surat perjanjiannya. Kalau enggak punya, mungkin bangunan ini sudah dihancurin. Perjanjiannya itu 1 tahun sekali. Kalau habis ya diperpanjang lagi,” katanya, Senin 19 September 2020.

Namun demikian, kata Boni, perjanjiannya seolah dibuat sepihak. Sebab, jika sewaktu-waktu jasa marga akan menggunakan lahan ini, dirinya harus siap menerima konsekuensi jika bangunannya itu dibongkar.

“Ya kalau secara logika memang tidak ada IMB (izin mendirikan bangunan, red) karena ini tanah orang, tanah pemerintah. Dan kami juga tidak mempersiapkan IMB itu. Kalau saya sendiri sudah sejak tahun 2000 di sini. Jadi sudah 20 tahun ya,” aku Boni.

Saat diminta untuk menunjukan surat perjanjian dirinya dengan pihak jasa marga, Boni mengaku surat tersebut sudah terbakar.

“Ya kita mah awalnya tahu kalau itu orang jasa marga. Dia ‘kan pakai seragam dan mobil jasa marga. Ya sudah kita buat saja perjanjian. Kalau soal harganya, per tahun itu enggak sampai Rp 1 juta lah. Kalau pedagang biasa seperti pedagang kaki lima itu enggak bayar,” tandas Boni.

Sekadar diketahui, lahan milik jasa marga diduga kuat telah dikuasai sejumlah orang untuk digunakan lahan usaha. Namun sayang, bangunan usaha yang didirikan tidak dilengkapi IMB lantaran tanah tersebut bukan milik pribadi. (Son)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook