Dugaan Pelanggaran TKSK, Kecamatan Jonggol “Angkat Tangan”

Ilustrasi

BOGOR, INDONEWS – Pihak Kecamatan Jonggol angkat tangan alias enggan berkometar atas adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang melakukan tindak pidana, di antaranya meminta uang dari agen e-warong sebesar Rp2.000 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM), dan TKSK tersebut mengarahkan agen e-warong untuk kerja sama dengan distributor yang sudah ditentukan.

Camat Jonggol, Andre, saat dikonfirmasi apakah diperbolehkan desa mendapat fee dana dari TKSK atas penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui agen e-warong, ia enggan menjawab.

“Tanyakan saja ke TKSK atau dinsos, terkait hal tersebut, karena kecamatan tidak memiliki kewenangan apapun tentang urusan BPNT, kita hanya memonitor bahwa bantuan tersebut sampai ke masyarakat,” ungkap Andre melalui pesan WhatsApp, Kamis (17/9/2020)

Kemudian saat dimintai penjelasan mekanisme penyaluran bantuan melalui agen e-warong, ia juga enggan berkomentar.

“Ya saya gak bisa jawab karena kewenangan dinsos dan BNI,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, di Kecamatan Jonggol oknum TKSK meminta sejumlah uang kepada agen e-warong. Selain itu, TKSK tersebut mengarahkan agen untuk belanja bahan sembako ke salah satu perusahaan yang telah ditentukan.

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Kasie Ekbang Kecamatan Jonggol, Tince, ia juga tutup mulut dengan dalih bukan kewenangannya.

“Saya tidak menangani masalah tersebut. Silahkan tanya saja ke TKSK atau Dinsos,” ujar Tince melalui pesan WhatsApp. (jaya)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook