Miris, Kasus Dugaan Penggelapan Dana Rutilahu tak Ditindak Inspektorat

BOGOR, INDONEWS – Kasus dugaan pengelapan dana rumah tidak layak huni (rutilahu) yang terjadi beberpa bulan silam, hingga saat ini belum ditindak inspektorat.

Diketahui, salah satu perangkat Desa Wening Galih, Kecamatan Jonggol berinisial HA diduga telah mencairkan dana bantuan rutilahu sebesar Rp120 juta tanpa sepengetahuan Pjs kepala desa.

Ironisnya, sampai saat ini belum jelas sudah sejauh mana kasusnya. Padahal menurut keterangan Sekdis DPMD Kabupaten Bogor, Adi Henryana, kasusnya sudah diserahkan untuk ditindak secara hukum oleh aparat penegak hukum (APH).

HA juga sudah membuat surat pernyataan akan mengembalikan dana tersebut dan mengakui telah memalsukan tanda tangan aparatur kecamatan. Namun janjinya itu melenceng, sehingga tindakan hukum harus ditegakkan.

Berkaitan dengan kasus tersebut, awak media mewawancarai Kasi Pengedalian Perumahahan DPKPP, Parno. Ia mengatakan bahwa kasus itu menurut informasi Camat Jonggol, Andri Rahman sudah dilaporkan ke kepolisian dan inspektorat.

“Tapi sampai saat ini kami tidak tahu kelanjutannya. Kami sudah sikapi, bahkan kami sudah turun ke lapangan untuk mengeceknya. Hal itu benar terjadi dan jelas pidana korupsi yang dilakukan oknum tersebut. Tapi terkait kasusnya kami tidak tahu sudah sejauhmana,” tegasnya.

Terkait hal ini juga awak media mengkonfirmasi kepada Samsu selaku Pjs Kepala Desa Wening Galih dimasa itu. Ia mengatakan bahwa hal itu sudah diserahkan ke inspektorat. “Saya tidak punya kapasitas menjawab lagi. Silahkan tanya ke inspektorat langsung,” jelas Samsu.

Sementra itu, Kasi Inspektorat wilayah Jonggol, Suwardi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Rabu (16/9/2020) mengatakan, bahwa Kasus tersebut akan ditelusuri terlebih dulu.

“Kami merasa belum terima laporan,” ungkapnya. (Firm)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook