OTT Terhadap Iryanto Seolah Diskenario, Saksi Mengaku Dipaksa Saat BAP

BANDUNG, INDONEWS – Operasi tangkap tangan atau OTT terhadap mantan Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Iryanto seolah telah diskenariokan.

Setelah pada persidang lalu, dua anggota Polres Bogor yang terlibat dalam OTT mengaku dalam kesaksiannya tidak mengetahui siapa target OTT, kali ini terkuak adanya sosok misteri dalam OTT Iryanto pada 3 Maret 2020, dan terbongkar adanya paksaan terhadap saksi untuk mengakui di dalam BAP.

Lantas, kuasa hukum Iryanto semakin meyakini adanya skenario atas OTT kliennya, karena saksi pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Bandung, Jumat (25/9/2020), saksi Zaenal yang merupakan karyawan kontrak dan membantu tugas ajudan Sekretaris DPKPP mengaku dipaksa di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Tak pelak, kesaksian Zaenal tersebut mengejutkan tim kuasa hukum Iryanto. Terlebih saksi menyebutkan, dalam OTT Iryanto 3 Maret 2020 lalu ada sosok misterius yang duduk di ruang tunggu kantor DKPP Kabupaten Bogor.

Dalam persidangan, tim kuasa hukum Iryanto dari LBH Bara-JP mengemukakan rasa penasarannya dengan bertanya kepada saksi.

“Apakah saudara saksi melihat ada orang lain selain Sony Priadi (pemberi suap) yang berada di sekitar ruangan Iryanto saat kejadian, dan Anda berada di mana saat itu?” tanya Pasaribu, salah satu tim kuasa hukum terdakwa.

Lantas saksi menjawab bahwa dirinya melihat salah satu orang yang sedang menunggu tamu di ruangan Iryanto. Bahkan sosok misterius tersebut sempat meminjam korek api kepada saksi Zaenal.

“Saya saat itu ada di pantry yang letaknya tidak jauh dari ruangan pa sekdis (Iryanto). Saat ajudan pak sekdis bilang sedang diperintah cari berkas, saya masuk ke pantry dan melihat ada orang yang sedang menunggu di ruang tunggu saat tamu yang bertemu pa sekdis masih di dalam. Saya tidak kenal siapa orang itu dan bukan karyawan DPKPP juga. Tiba-tiba orang tersebut meminjam korek api kepada saya,” ungkap Zaenal.

Keberadaan sosok misterius yang dinilai janggal lantas kembali diperjelas tim kuasa hukum dengan menanyakan bagaimana ciri-ciri sosok tersebut.

“Saudara saksi, apakah saudara ingat ciri-ciri orang yang saudara lihat sedang duduk saat itu? Dan apakah saudara lihat orang itu ditangkap juga atau tidak oleh pihak kepolisian?” tanya Pasaribu kembali.

Saksi mengaku agak lupa dengan ciri-ciri wajahnya, tapi ia menegaskan bahwa tiba-tiba saja orang itu tidak ada dan sepengelihatannya tidak ikut diamankan.

“Saya tidak ingat karena kejadiannya sudah lama dan hanya sekilas melihat. Tapi saya ingat orangnya kurus dan rambutnya pendek. Kalau terkait siapa saja yang diamankan, setahu saya orang yang ada di ruang tunggu itu tidak ada lagi, entah kemana,” ungkaps saksi Zainal yang sehari-hari bekerja membantu tugas ajudan sekdis DPKPP.

Ketua kuasa hukum Iryanto, Dinalara Butarbutar kemudian membredel isi BAP yang dibuat oleh penyidik, bahwa ada keterangan saksi pernah bertemu dua kali dengan Sony yang merupakan pemberi suap saat OTT DPKPP.

“Saksi. Tolong dipertegas dan dipastikan dalam persidangan, apakah saksi pernah bertemu dengan Sony lebih dari satu kali dan mengenal Sony?” tanya Dina.

Saksi menjawab hanya sekali bertemu dengan Sony, yakni ketika OTT pada 3 Maret 2020.

“Saya bertemu hanya sekali. Saya belum pernah ketemu, dan baru tahu saat kejadian itu saja. Itu pun lihat mukanya saat dibawa polisi. Saya tahu namanya Sony juga saat saya di Polres diberitahu penyidik saat saya akan diperiksa,” aku Zaenal.

Belum puas, Dinalara kemudian bertanya kembali kepada saksi, apakah yang benar yang di-BAP atau yang dikesaksian hari ini, mengingat adanya perbedaan antara kesaksian hari ini dan dalam BAP.

“Saudara saksi. Tolong ditegaskan yang benar yang di BAP atau kesaksian hari ini? Kenapa kok di BAP kamu bisa jawab sudah mengenal Sony dan dua kali ketemu, tapi sekarang mengaku hanya sekali?” tanya Dinalara.

Barulah jawaban saksi Zaenal menguatkan dugaan tim kuasa hukum, bahwa OTT Iryanto telah disetting atau diskenario.

“Saya belum pernah ketemu Sony sebelumnya dan baru lihat saat kejadian saja bu. Lalu masalah BAP bisa saya ceritakan. Jado ketika diperiksa penyidik, saya ditunjukkan foto Sony dan ditanya berkali-kali ketemu orang dalam foto itu atau tidak sebelum adanya OTT. Ya saya jawab tidak pernah dan saya pun tidak kenal. Tapi pas saya jawab begitu, malah dibilang bisa-bisa pemeriksaan sampai pagi kalau saya enggak ngaku, sedangkan di rumah istri saya sedang hamil tua bu. Jadi biar cepat bisa pulang, ya saya terima saja BAP itu apa adanya,” pungkas Zainal yang sudah sejak 20 Januari 2020 bekerja sebagai karyawan kontrak di DPKPP.

Usai persidangan, Dinalara mengatakan bahwa kesaksian Zaenal tersebut telah mengungkap bahwa adanya pemaksaan dalam BAP kepolisian.

“Ini menjadi pertanyaan besar dalam kasus OTT pak Iryanto. Masa saksi dipaksa mengaku. Sedangnkan dia memang tidak kenal dengan Sony. Lalu ada apa ini,” ucap Dina. (el)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook