Kacau! Panitia Pilkades Tlajung Udik tak Punya Tatib

BOGOR, INDONEWS – Penyelenggaraan pesta demokrasi rakyat, pemilihan kepala desa (pilkades) rawan dan rentan penyabaran virus corona (Covid-19), apabila panitia pelaksana pilkades tidak menerapkan protokol kesehatan dan tidak mempunyai serta tidak paham tata tertib (tatib), tidak dibuat dan tidak diimplementasikan dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa, termasuk Tlajung Udik Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dalam pelaksanaan pendaftaran calon pilkades juga, Sabtu (26/9/2020) panitia terlihat tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan diduga melanggar perbub bupati tentang PSBB, seperti tidak adanya tempat cuci tangan di depan sekretariat panitia pilkades, tidak ada pengecekan suhu badan.

Dengan tidak dijalankannya prokes di masa pandemi Covid-19 rentan dan berpotensi penularan wabah virus corona, dan mirisnya lagi ruangan panitia tidak ideal, hingga tidak ada phsycal distancing, dan tidak ada aturan dalam hal jumlah berapa maksimalnya simpatisan dan pendukung yang boleh ikut bersama bakal calon (balon) saat mendaftar.

Panitia pelaksana pemilihan kepala desa seharusnya membuat dan melakukan sosialisasi tata tertib (tatib) sebelum membuka pendaftaran dan melaksanakannya.

Hal itu juga untuk mengantisipasi serta menindak pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan pilkades yang akan digelar pada Desember 2020.

Pewarta mengkonfirmasi terkait tatib kepada panitia penyelenggara pemilihan Kepala Desa Tlajung Udik. Salah satu panitia pelaksana, Acep Daimi mengakui pihaknya tidak memiliki tatib untuk disosialisasikan kepada peserta dan pemilih, bahkan dari pihak polsek, koramil dan kecamatan tidak ada arahan.

Acep dengan nada keras kepada pewarta mengatakan, bahwa semua ini panitia yang menjalankannya.

“Mau ada tatib atau tidak, bukan urusan pewarta. Gak masalah, semua panitia yang ngatur dan mengurus,” terangnya.

Sutikman, Ketua panitia pilkades saat dihubungi mengatakan, pihaknya akan membuat tata tertib terkait prosedur pendaftaran dan pengembalian berkas selama Covid-19.

“Karena memang baru tadi kita mengikuti sosialisasi dari Kabupaten Bogor. Kita upayakan besok sudah bisa kita publikasikan,” jelasnya.

“Kalau boleh tahu, ada contoh dari panitia lain yang pernah bapak dapatkan. Kalau berkenan saya dikirimkan fotonya terkait dengan tata tertib pendaftaran atau bagaimana coba saya diskusikan nantinya dengan anggota panitia,” tandas Sutikman. (Firm)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook