Duh, Balon Kades Diduga Gunakan Bansos Presiden untuk Kampanye

Panitia Pilkades tak Punya Tatib, Beri Ruang Balon untuk Curang

BOGOR, INDONEWS – Penyaluran bantuan sosial sedang dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Banyak pihak yang mewanti-wanti program ini tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu, apalagi saat ini Kabupaten Bogor sedang bersiap menggelar pemilihan kepala desa (pilkades).

Upaya penyaluran bantuan sosial kepada warga selama pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) rentan disalahgunakan untuk kepentingan politik praktis bakal calon (balon) kepala desa. Terutama desa yang akan menyelengarakan pemilihan pilkades serentak 2020.

Pilkades 2020 Kabupaten Bogor direncanakan akan digelar 20 Desember 2020. Ada beberapa balon yang notabene mantan pejabat pemdes mencalonkan diri kembali (incumbent). Peluang mereka memanfaatkan program kewenangan bahkan kegiatan seperti penyaluran bansos untuk kepentingan kampanye sangat besar.

Pewarta menyambangi kantor sekretariat pilkades yang berada di kantor Desa Puspasari serta mengkonfirmasi salah satu panitia. Ia mengatakan bahwa sampai saat ini pihakny belum memiliki tata tertib (tatib) pilkades, dengan dalih perbubnya baru turun.

“Dan terkait laporan warga yang diduga ada kampanye gelap tersebut, kami belum tahu,” jelasnya, Minggu (27/9/2020).

Seperti yang terjadi di Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa saat pembagian bansos (bantuan presiden) beberapa hari lalu disalah satu RT, warga yang mendapatkan sembako didoktrin oleh tim salah satu balon yang membagikan bansos.

“Mereka bilang bansos ini dari balon kades, bukan dari pemerintah. Mereka menyebutkan salah satu balonnya. Padahal kan hal itu tidak boleh dan diduga kampanye gelap,” ujarnya.

Terkait hal itu, ketua panitia Pilkades H. Agus saat dikonfirmasi via WhatApp tidak menjawab. Pjs Kepala Desa, Suharto pun seakan kompak dengan ketua panitia, saat dikonfirmasi, ia bungkam. (Firm)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook