PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

BOGOR, INDONEWS – Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, resmi diperpanjang kembali selama satu bulan.

Perpanjangan PSBB periode keempat ini tertuang dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor 443 Tahun 2020 dan berlaku mulai hari ini, Rabu (30/9/2020).

Aturannya masih tak jauh berbeda dan tetap berpedoman pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2020 tentang PSBB pra AKB menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, Bupati Bogor Ade Yasin memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB lantaran angka kasus Covid-19 terus meningkat selama September 2020.

“Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam dua pekan terakhir meningkat, disertai angka penyebarannya (kecamatan),” kata Syarifah diberitakan Kompas.com, Selasa (29/9/2020) malam.

Hal itu dibuktikan dengan jumlah rekor tertinggi penambahan kasus harian Covid-19 yang terjadi selama September 2020 di Kabupaten Bogor. Rekor tersebut terjadi selama empat hari berturut-turut, mengalahkan rekor sebelumnya. Bahkan, rekor yang terbaru terjadi pada Selasa malam, di mana terdapat 50 kasus dari 15 kecamatan.

Syarifah menyebut, kasus terbanyak berada di Kecamatan Cigombong, dengan 21 kasus. Mayoritas pasien berusia muda dengan kategori remaja yang rata-rata berusia 15-17 tahun. Syarifah menduga bahwa anak muda tersebut tertular karena aktivitas di dalam rumah. Apalagi, saat ini penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor banyak terjadi di klaster rumah tangga atau keluarga.

“Anak-anak bisa jadi tertular di klaster keluarga,” kata dia.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat, ada 36 kecamatan berstatus zona merah rawan penularan virus corona. “Sedangkan zona oranye 3 kecamatan dan terakhir zona hijau tinggal 1 kecamatan saja,” ujar dia.

Sementara itu, data Satgas Covid-19 di Kabupaten Bogor, hingga Selasa malam, jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Bogor mencapai 1.805 kasus. Sedangkan untuk pasien yang sembuh sebanyak 1.140 kasus. Kemudian, pasien yang meninggal sebanyak 52 kasus. Sementara itu, optimisme dalam penanganan pandemi juga tumbuh seiring meningkatnya angka kesembuhan. Pada Selasa malam, tercatat ada 60 pasien yang sembuh. ***

INDONEWS | Sumber: Kompas.com
Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook